Story
Saham Inggris Turun 1,7% ke Level Terendah 3 Bulan, Dipimpin oleh Aksi Jual Saham Sektor Perumahan dan Perbankan

Summary
Indeks saham utama Inggris turun 1,73% pada hari Kamis ke level terendah dalam tiga bulan, karena kerugian besar di sektor konstruksi perumahan dan perbankan menyeret pasar turun.
Saham-saham Inggris ditutup anjlok tajam pada sesi Kamis, dengan indeks acuan utama turun 1,73% mencapai titik terendah baru dalam tiga bulan. Penurunan ini bersifat luas, didorong oleh kerugian signifikan di sektor-sektor yang sensitif terhadap kondisi ekonomi, termasuk konstruksi perumahan dan perbankan, menurut data dari Investing.com.
Penurunan Pasar yang Luas
Pada penutupan di London, indeks Investing.com United Kingdom 100 mencatat penurunan tajam di tengah sentimen pasar yang sangat negatif. Di Bursa Efek London, saham yang turun jauh lebih banyak daripada saham yang naik dengan selisih 1.371 berbanding 368, dengan 507 saham ditutup tanpa perubahan.
Kerugian yang meluas menunjukkan bahwa investor semakin berhati-hati, menjual aset di industri yang sensitif terhadap ekonomi. Pergerakan ini mendorong indeks acuan ke level yang belum pernah terlihat pada kuartal sebelumnya.
Sektor Konstruksi Perumahan dan Perbankan Memimpin Penurunan
Penjualan paling menonjol terjadi di sektor barang rumah tangga, konstruksi perumahan, dan perbankan. Industri-industri ini sering dipandang sebagai barometer kepercayaan konsumen dan kesehatan ekonomi secara keseluruhan.
Perusahaan-perusahaan utama yang mengalami penurunan terburuk dalam sesi perdagangan antara lain:
Ad- Taylor Wimpey PLC (LON:TW), yang anjlok 5,47%
- NatWest Group PLC (LON:NWG), yang turun 5,38%
- Persimmon PLC (LON:PSN), yang turun 5,10%
Beberapa perusahaan berhasil melawan tren negatif. Grup periklanan WPP PLC (LON:WPP) naik 1,81%, sementara perusahaan energi besar BP PLC (LON:BP) naik 1,40% karena harga minyak naik.
Konteks Pasar yang Lebih Luas
Penurunan pasar saham terjadi karena poundsterling Inggris melemah terhadap dolar AS, dengan pasangan mata uang GBP/USD turun 0,52%. Penguatan Indeks Dolar AS seringkali berkorelasi dengan sentimen penghindaran risiko di pasar global.
Di pasar komoditas, harga minyak melonjak, dengan kontrak minyak mentah Brent Desember naik 3,29% menjadi $101,26 per barel. Kontrak berjangka emas juga mencatatkan kenaikan moderat, naik 0,42%.