Story
Bursa Saham Turki Anjlok, Indeks BIST 100 Jatuh 2,41% ke Level Terendah 1 Bulan

Indeks acuan saham di bursa Istanbul, BIST 100, mengalami tekanan jual signifikan pada penutupan perdagangan Selasa, anjlok sebesar 2,41%. Pelemahan ini mendorong indeks ke level terendah barunya dalam satu bulan terakhir, menandakan sentimen negatif yang meluas di kalangan investor.
Rincian Kinerja Pasar
Menurut data pasar, pelemahan bursa Turki dipimpin oleh kerugian di tiga sektor utama: Teknologi Informasi, Perbankan, serta Perdagangan Grosir & Ritel. Sentimen bearish ini tercermin pada luasnya koreksi pasar.
Data dari Bursa Efek Istanbul menunjukkan bahwa jumlah saham yang melemah jauh melampaui yang menguat. Tercatat sebanyak 543 saham turun, dibandingkan dengan hanya 85 saham yang berhasil naik, sementara 16 saham lainnya ditutup stagnan.
Saham Penggerak Utama
Di tengah pelemahan pasar secara umum, beberapa saham berhasil mencatatkan kinerja positif dan menjadi penopang indeks.
- Performer Terbaik:
- Pasifik Teknoloji A.S. (PATEK): Melonjak 9,97% ke level 25,16.
- Tekfen Holding AS (TKFEN): Naik 6,33% menjadi 230,00.
- Zorlu Enerji Elektrik Uretim AS (ZOREN): Menguat 4,56% ke 2,52.
AdSebaliknya, beberapa saham mengalami tekanan jual yang kuat, menjadi pemberat utama indeks.
- Pelemahan Terdalam:
- Katilimevim Tasarruf Finansman AS (KTLEV): Anjlok 9,98% ke 30,50.
- Mia Teknoloji AS (MIATK): Terkoreksi 9,97% menjadi 34,68.
- Pasifik Eurasia Lojistik Dis Ticaret AS (PASEU): Turun 9,96% ke 75,95, sekaligus mencatatkan level terendah dalam 52 minggu.
Konteks Pasar Global
Di pasar komoditas, harga minyak mentah menunjukkan penguatan. Kontrak berjangka Minyak Mentah untuk pengiriman Oktober naik 3,20% menjadi $104,63 per barel, sementara minyak Brent untuk pengiriman November naik 2,37% ke $108,18 per barel. Sebaliknya, harga emas berjangka untuk pengiriman Desember turun 0,61%.
Di pasar valuta asing, Lira Turki (TRY) sedikit melemah terhadap Dolar AS, dengan pasangan USD/TRY naik 0,07% ke 48,64. Sementara itu, Indeks Dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap mata uang utama lainnya, tercatat menguat 0,23%.