Story

Turki dan Irak Akan Teken Perjanjian Pipa Minyak Baru Berdurasi Satu Tahun

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 11, 20261 min read
Turki dan Irak Akan Teken Perjanjian Pipa Minyak Baru Berdurasi Satu Tahun
Text size
Background

Turki dan Irak akan menandatangani perjanjian baru berdurasi satu tahun dalam beberapa hari ke depan untuk melanjutkan operasi jalur pipa minyak mentah yang krusial bagi kedua negara. Pengumuman ini disampaikan oleh Menteri Energi Turki, Alparslan Bayraktar, pada hari Kamis saat kunjungan resmi ke Baghdad.

Detail Kesepakatan

Menurut Bayraktar, perjanjian yang akan berlaku selama 12 bulan ke depan telah mencapai tahap final dan ditargetkan untuk ditandatangani dalam waktu dekat. Perjanjian yang berlaku saat ini dijadwalkan akan berakhir pada 27 Juli.

"Kami telah membawa perjanjian yang akan mencakup 12 bulan ke depan ke tahap akhir. Kami bertujuan untuk menandatanganinya dalam beberapa hari mendatang," kata Bayraktar dalam sebuah pernyataan. Ia juga menegaskan bahwa aliran minyak dari Irak ke pelabuhan Ceyhan di Turki, yang terletak di pesisir timur Mediterania, akan terus berlanjut.

Konteks Sengketa Arbitrase

Perjanjian ini menjadi penting mengingat jalur pipa tersebut sempat ditutup selama dua setengah tahun. Penutupan itu terjadi setelah pengadilan arbitrase internasional memutuskan bahwa Ankara harus membayar ganti rugi sebesar $1,5 miliar kepada Irak.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Putusan tersebut terkait ekspor minyak dari wilayah Kurdistan Irak yang tidak sah yang diterima Turki antara tahun 2014 dan 2018. Operasi jalur pipa akhirnya kembali dilanjutkan pada akhir tahun lalu, dan perjanjian baru ini bertujuan untuk menstabilkan kembali aliran pasokan.

Implikasi bagi Pasar Energi

Perpanjangan perjanjian ini memberikan kepastian bagi pasar energi global, terutama untuk pasokan yang menuju ke pasar Mediterania. Kelanjutan aliran minyak Irak melalui Ceyhan membantu menjaga stabilitas pasokan dan mencegah potensi guncangan yang dapat memicu volatilitas harga minyak mentah.

Selama kunjungannya, Bayraktar juga mengadakan pertemuan produktif dengan Menteri Perminyakan Irak Basim Mohammed untuk membahas kerja sama di sektor minyak dan gas. Menurut kantor perdana menteri Irak, Bayraktar juga bertemu dengan Perdana Menteri Ali al-Zaidi.

Back to latest news

LATEST