Story
Komite Senat AS Loloskan Kandidat Intelijen Pilihan Trump dengan Suara Tipis

Summary
Komite Intelijen Senat AS menyetujui pencalonan Jay Clayton sebagai Direktur Intelijen Nasional dengan suara 9-8, setelah sesi dengar pendapat yang diwarnai kontroversi mengenai pemilu 2020.
Komite Intelijen Senat Amerika Serikat (AS) telah menyetujui pencalonan Jay Clayton sebagai Direktur Intelijen Nasional dengan selisih suara yang sangat tipis. Persetujuan ini membuka jalan bagi nominasi tersebut untuk dibawa ke pemungutan suara di tingkat paripurna Senat.
Hasil Pemungutan Suara yang Ketat
Ketua komite dari Partai Republik, Tom Cotton, mengumumkan pada hari Selasa bahwa panel tersebut meloloskan pencalonan Clayton dengan perolehan suara 9-8. Meskipun rincian berdasarkan partai tidak diberikan, komposisi komite yang terdiri dari sembilan anggota Republik dan delapan anggota Demokrat (atau independen yang berkoalisi dengan Demokrat) mengindikasikan pemungutan suara yang sejalan dengan garis partai.
Dengan hasil ini, pencalonan Clayton kini akan dijadwalkan untuk pemungutan suara konfirmasi oleh seluruh 100 anggota Senat. Untuk dapat dikonfirmasi, ia hanya memerlukan mayoritas sederhana.
Kontroversi Selama Dengar Pendapat
AdPersetujuan komite yang tipis ini didahului oleh sesi dengar pendapat konfirmasi yang alot pekan lalu. Selama sesi tersebut, Clayton menuai kritik tajam dari anggota Demokrat karena menolak untuk secara langsung mengakui kemenangan Joe Biden atas Donald Trump dalam pemilihan presiden tahun 2020.
Sikap Clayton ini sejalan dengan narasi yang diusung oleh Presiden Trump mengenai keamanan pemilu. Selain itu, para anggota parlemen juga mempertanyakan Clayton mengenai surat panggilan pengadilan (subpoena) yang baru-baru ini ia keluarkan terhadap jurnalis New York Times dalam kapasitasnya saat ini sebagai Jaksa AS untuk Manhattan.
Langkah Selanjutnya di Senat
Jadwal untuk pemungutan suara di tingkat paripurna Senat belum ditetapkan. Jika dikonfirmasi, Clayton akan memegang posisi puncak yang mengawasi 18 lembaga dalam komunitas intelijen AS. Partai Republik saat ini memegang mayoritas di Senat dengan perbandingan 53-47, yang secara matematis memberikan jalan yang relatif mulus bagi konfirmasi Clayton, meskipun ada pertentangan dari pihak Demokrat.