Story
Trump: Minyak Venezuela Akan Digunakan untuk Mengisi Ulang Cadangan Strategis AS

Summary
Donald Trump mengumumkan rencana untuk menggunakan minyak dari kesepakatan dengan Venezuela guna mengisi kembali Cadangan Minyak Strategis (SPR) AS yang berada di level rendah.
Mantan Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa minyak yang diperoleh dari kesepakatan dengan Venezuela akan dialokasikan untuk mengisi kembali Cadangan Minyak Strategis (SPR) Amerika Serikat. Pengumuman ini disampaikan melalui platform media sosial Truth Social pada hari Minggu.
Rincian Pernyataan Trump
Dalam unggahan tersebut, Trump mengkritik pemerintahan saat ini atas menipisnya cadangan minyak darurat negara. Ia menegaskan niatnya untuk membalikkan tren tersebut jika kembali menjabat.
"Salah satu hal yang akan saya lakukan dengan minyak Venezuela adalah mengisi kembali Cadangan Strategis Nasional—yang hampir habis karena kebijakan 'Sleepy Joe' Biden," tulis Trump, seperti dikutip oleh Investing.com. Ia menambahkan bahwa proses pengisian akan segera dimulai sebagai "hadiah dari Venezuela untuk rakyat Amerika."
Konteks Kesepakatan dan SPR
AdKesepakatan yang diumumkan pada Jumat sebelumnya dilaporkan akan memberikan AS kontrol mayoritas atas 65 miliar barel minyak mentah Venezuela. Kesepakatan ini dicapai antara AS dan perusahaan-perusahaan swasta di Venezuela.
Berdasarkan laporan tersebut, tingkat SPR AS saat ini berada di level 289,7 juta barel, yang hanya sekitar 40% dari total kapasitasnya. Level rendah ini merupakan akibat dari penarikan cadangan yang dilakukan baik oleh pemerintahan Trump maupun pemerintahan Biden.
Implikasi untuk Pasokan Energi
Perjanjian ini diperkirakan akan menciptakan perusahaan minyak swasta terbesar kedua di dunia. Bagi Amerika Serikat, langkah ini dipandang sebagai upaya strategis untuk mengamankan pasokan minyak untuk beberapa dekade mendatang, yang berpotensi menstabilkan pasar energi domestik dalam jangka panjang.