Story
Saham Tata Group Anjlok di Tengah Rencana Pembelian Kembali Saham SP Group Senilai 250 Miliar Rupee

Summary
Saham perusahaan-perusahaan di bawah Tata Group mengalami penurunan signifikan setelah Tata Trusts mengusulkan untuk membeli kembali saham Shapoorji Pallonji (SP) Group di Tata Sons, menimbulkan ketidakpastian baru mengenai kepemilikan dan kepemimpinan konglomerat tersebut.
Saham perusahaan-perusahaan yang terafiliasi dengan Tata Group merosot pada perdagangan hari Jumat menyusul proposal dari Tata Trusts untuk membeli kepemilikan saham Shapoorji Pallonji (SP) Group di induk perusahaan, Tata Sons. Langkah ini menambah ketidakpastian seputar struktur kepemilikan dan kepemimpinan di masa depan konglomerat raksasa India tersebut.
Rincian Proposal dan Dampak Pasar
Menurut laporan, Chairman Tata Trusts, Noel N. Tata, dalam rapat dewan Tata Sons pada hari Rabu mengusulkan agar grup tersebut membeli saham yang dipegang oleh SP Group dengan nilai minimum 250 miliar rupee India. Pembelian ini akan menyasar saham yang dimiliki oleh Sterling Investments Corporation Private Limited dan Cyrus Investments Private Limited, entitas dari SP Group.
Ketidakpastian yang timbul dari proposal ini langsung direspons negatif oleh pasar. Saham-saham unggulan seperti Tata Consultancy Services anjlok 3%, sementara Tata Motors Passenger Vehicles turun 2,91%. Penurunan ini membalikkan kenaikan yang terjadi pada sesi sebelumnya yang dipicu oleh laporan media—yang kemudian dibantah—mengenai persetujuan dewan untuk IPO dan perpanjangan masa jabatan chairman.
Sengketa Kepemimpinan dan Tata Kelola
Proposal pembelian saham ini muncul di tengah perselisihan tata kelola yang sedang berlangsung. Tata Trusts, yang menguasai 66% saham Tata Sons, menyatakan bahwa pemungutan suara dewan dengan hasil 4-1 untuk mengangkat kembali chairman adalah "batal demi hukum" atau *legal nullity*.
AdTata Trusts berargumen bahwa Anggaran Dasar Tata Sons mensyaratkan kedua direktur yang dicalonkan oleh mereka harus memberikan suara setuju untuk pengangkatan kembali seorang chairman, sebuah ambang batas yang tidak terpenuhi. Pihak trust juga menyatakan bahwa chairman telah memberitahu dewan pada 12 Agustus bahwa ia tidak akan meminta pengangkatan kembali ketika masa jabatannya berakhir pada 20 Februari 2027.
Latar Belakang Konflik dan Opsi Pendanaan
Konflik ini berakar pada perbedaan visi antara dua pemegang saham utama. SP Group, yang memiliki 18,4% saham di Tata Sons, telah lama mendorong dilakukannya penawaran umum perdana (IPO) untuk membantu mengurangi beban utangnya. Sebaliknya, Tata Trusts menentang IPO karena khawatir akan terjadi dilusi kontrol atas konglomerat tersebut.
Untuk mendanai pembelian saham yang diusulkan, Noel N. Tata menyarankan beberapa opsi, termasuk menggunakan arus kas internal, penjualan saham perusahaan-perusahaan terdaftar, mencari investor luar, atau melakukan IPO pada beberapa bisnis baru milik grup. Sebelumnya, Reserve Bank of India telah menolak permintaan Tata Sons untuk pengecualian dari kewajiban IPO.