Story

Bursa Saham Taiwan Melemah, Indeks Taiwan Weighted Anjlok 2,67%

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 27, 20261 min read
Bursa Saham Taiwan Melemah, Indeks Taiwan Weighted Anjlok 2,67%

Summary

Indeks acuan Taiwan Weighted ditutup anjlok 2,67% pada perdagangan hari Senin, tertekan oleh kerugian di sektor Plastik serta Minyak, Gas & Kelistrikan.

Text size
Background

Bursa saham Taiwan ditutup melemah secara signifikan pada perdagangan hari Senin, dengan indeks acuan Taiwan Weighted anjlok 2,67%. Pelemahan ini dipimpin oleh kerugian yang terjadi di beberapa sektor kunci, menandakan sentimen negatif di kalangan investor.

Kinerja Indeks dan Sektor

Menurut data yang dirilis Investing.com, tekanan jual yang kuat terlihat pada sektor Plastik serta Minyak, Gas & Kelistrikan. Sektor-sektor ini menjadi pendorong utama penurunan pasar secara keseluruhan pada penutupan perdagangan hari ini.

Saham Penggerak Pasar

Di tengah pelemahan pasar, beberapa saham berhasil mencatatkan kinerja positif, sementara yang lain mengalami penurunan tajam.

Saham Berkinerja Terbaik

  • AVer Information Inc (TW:3669): naik 10,00% ke level 40,70.
  • Chung Fu Tex-International Corp (TW:1435): menguat 9,95% menjadi 23,20.
  • Sino Horizon Holdings Ltd (TW:2923): terapresiasi 9,93% ke 33,20.
Sample IUX Markets – In-articleAd

Saham Berkinerja Terburuk

  • Spirox Corp (TW:3055): anjlok 9,97% ke level 135,50.
  • Formosa Sumco Technology Corp (TW:3532): turun 9,96% menjadi 379,50.
  • Ampoc Far-East Co Ltd (TW:2493): terkoreksi 9,96% ke 212,50.

Konteks Pasar Global

Pergerakan pasar saham Taiwan terjadi di tengah volatilitas di pasar komoditas. Harga minyak mentah untuk pengiriman September turun 5,26% menjadi $84,61 per barel, sementara minyak Brent untuk pengiriman Oktober jatuh 4,82% ke $87,26 per barel.

Sebaliknya, kontrak emas berjangka untuk bulan Agustus naik 0,58% dan diperdagangkan pada $4.094,60 per troy ounce. Di pasar valuta asing, pasangan USD/TWD naik tipis 0,17% ke 32,39, sementara Indeks Dolar AS Berjangka turun 0,27% ke 101,03.

Back to latest news

LATEST