Story
S&P 500 dan Nasdaq Menguat di Pembukaan karena Investor Mempertimbangkan Penurunan Harga Minyak Terhadap Kenaikan Imbal Hasil Obligasi

Summary
Indeks S&P 500 dan Nasdaq yang didominasi saham teknologi memulai sesi Jumat dengan kenaikan, sementara Dow Jones stagnan, karena investor menilai sinyal yang saling bertentangan dari penurunan harga minyak mentah dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS secara bersamaan.
Saham AS dibuka bervariasi pada hari Jumat, dengan S&P 500 dan Nasdaq Composite mencatatkan kenaikan awal sementara Dow Jones Industrial Average tetap tidak banyak berubah. Investor mempertimbangkan dampak positif dari penurunan harga minyak terhadap tekanan dari kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah.
Pembukaan Pasar Saham Jumat
Pada awal sesi perdagangan tanggal 18 September, indeks ekuitas utama AS menunjukkan kinerja yang berbeda, menurut laporan dari Reuters. Nasdaq yang berfokus pada teknologi memimpin kenaikan.
- S&P 500 naik 19,4 poin, atau 0,25%, menjadi 7.657,17.
- Nasdaq Composite naik 103,8 poin, atau 0,39%, menjadi 26.522,09.
- Indeks Dow Jones Industrial Average hampir datar, naik 48,7 poin, atau 0,09%, menjadi 51.826,78.
AdSinyal Pasar yang Bertentangan
Pergerakan pasar di awal mencerminkan tarik-menarik klasik antara indikator ekonomi utama. Sedikit penurunan harga minyak mentah Brent berjangka memberikan dorongan bagi saham, karena biaya energi yang lebih rendah dapat membantu mengurangi tekanan inflasi dan menurunkan pengeluaran bagi bisnis dan konsumen.
Namun, sentimen positif ini diimbangi oleh peningkatan simultan pada imbal hasil obligasi pemerintah. Imbal hasil obligasi acuan Treasury AS 10 tahun naik mendekati 5,00%. Imbal hasil yang lebih tinggi dapat menjadi hambatan bagi saham, karena meningkatkan biaya pinjaman bagi perusahaan dan membuat obligasi pemerintah yang lebih aman menjadi alternatif yang lebih menarik bagi investor.