Story
Harga Kedelai Berjangka Capai Rekor Kontrak Tertinggi Didorong Permintaan Tiongkok

Summary
Harga kedelai berjangka di Chicago Board of Trade mencapai level tertinggi dalam kontraknya, dipicu oleh pembelian besar-besaran dari Tiongkok dan konfirmasi penjualan ekspor yang signifikan oleh USDA.
Harga kedelai berjangka di Chicago Board of Trade (CBOT) mencapai rekor tertinggi dalam kontraknya, didorong oleh meningkatnya permintaan dari Tiongkok untuk pasokan dari Amerika Serikat. Kontrak kedelai November untuk panen baru ditutup menguat 20 sen menjadi $12,88 per gantang.
Permintaan Ekspor yang Solid
Pemicu utama kenaikan harga adalah aktivitas pembelian yang kuat dari importir Tiongkok. Sinograin, badan penimbun stok milik negara Tiongkok, dilaporkan telah menyelesaikan lelang kedelai kelimanya dalam waktu kurang dari sebulan. Menurut sumber pasar, langkah ini bertujuan untuk mengosongkan ruang penyimpanan guna mengakomodasi pengiriman kedelai dari AS yang akan segera tiba.
Kementerian Pertanian AS (USDA) mengonfirmasi sentimen ini melalui sistem pelaporan hariannya, dengan mengumumkan penjualan swasta yang mencakup:
- 182.000 metrik ton kedelai AS ke Tiongkok.
- 226.000 metrik ton kedelai ke tujuan yang tidak diungkapkan (unknown destinations).
AdFaktor Pendukung Tambahan
Selain permintaan kedelai mentah, pasar juga mendapat dukungan dari penjualan produk turunannya. USDA mengonfirmasi penjualan 100.000 metrik ton bungkil kedelai AS ke Jerman dan 100.000 metrik ton lainnya ke Belanda, menunjukkan permintaan global yang luas.
Di dalam negeri, potensi peningkatan permintaan juga menjadi fokus. Menurut dua sumber, pemerintah AS sedang meninjau rencana untuk menaikkan kuota biofuel untuk tahun kalender 2027 sebesar sekitar 500 juta galon. Rencana ini dimaksudkan untuk mengimbangi potensi kerusakan permintaan akibat pengecualian yang diberikan kepada kilang-kilang kecil, yang selanjutnya dapat menopang harga kedelai sebagai bahan baku utama biofuel.