Story
Kekhawatiran Belanja AI Picu Aksi Jual, Indeks KOSPI Anjlok Lebih dari 9%

Summary
Indeks acuan Korea Selatan, KOSPI, anjlok tajam pada hari Selasa, dipicu oleh aksi jual besar-besaran pada saham semikonduktor di tengah kekhawatiran atas belanja infrastruktur AI dan meningkatnya persaingan.
Indeks acuan Korea Selatan, KOSPI, anjlok lebih dari 9% pada perdagangan Selasa, memicu aktivasi pemutus sirkuit pasar (*circuit breaker*). Penurunan drastis ini dipimpin oleh aksi jual besar-besaran pada saham-saham semikonduktor kelas berat akibat meningkatnya kekhawatiran investor mengenai skala belanja di sektor kecerdasan buatan (AI).
Saham Chip Raksasa Memimpin Penurunan
Saham-saham produsen chip memori memimpin pelemahan pasar secara luas. Saham SK Hynix (KS:000660) anjlok lebih dari 11%, sementara raksasa teknologi Samsung Electronics Co (KS:005930) merosot hampir 10%. Kedua perusahaan ini memiliki bobot lebih dari separuh indeks KOSPI, sehingga pergerakan negatif mereka memberikan tekanan signifikan terhadap pasar secara keseluruhan.
Koreksi tajam ini mengikuti penurunan hampir 5% pada saham NVIDIA Corporation (NASDAQ:NVDA) di pasar AS semalam. Pelemahan tersebut dipicu oleh laporan Wall Street Journal yang menyebutkan bahwa produsen chip AI itu kemungkinan akan memberikan dukungan finansial untuk proyek pusat data masif milik OpenAI, yang menimbulkan kekhawatiran tentang dinamika belanja infrastruktur AI di masa depan.
AdDampak Pasar dan Sentimen Investor
Akibat tekanan jual yang masif, indeks KOSPI turun 9,2% ke level 6.134,77 poin pada pukul 02:01 GMT, level terendah sejak pertengahan April. Perdagangan sempat dihentikan sementara selama 20 menit setelah indeks mencapai penurunan 8%, sesuai dengan mekanisme *circuit breaker*.
Selain kekhawatiran belanja AI, sentimen investor juga terbebani oleh kemajuan pesat industri semikonduktor Tiongkok. Debut produsen chip memori CXMT dan kemajuan dalam peralatan litografi domestik di Tiongkok menambah kekhawatiran akan persaingan yang lebih ketat bagi para produsen chip Korea Selatan.