Story

Rand Afrika Selatan Menguat Didukung Pelemahan Dolar dan Kenaikan Harga Emas

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 3, 20261 min read
Rand Afrika Selatan Menguat Didukung Pelemahan Dolar dan Kenaikan Harga Emas
Text size
Background

Rand Afrika Selatan menguat pada hari Kamis, didukung oleh pelemahan dolar AS dan kenaikan harga emas. Para pelaku pasar kini mengalihkan fokus mereka ke data ketenagakerjaan AS yang akan datang untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan Federal Reserve.

Menurut data Investing.com, pada pukul 14:50 GMT, rand diperdagangkan pada level 16,0075 per dolar, menguat sekitar 0,3% dari penutupan sebelumnya. Sentimen positif ini sejalan dengan penguatan di pasar obligasi, di mana imbal hasil (yield) obligasi pemerintah acuan Afrika Selatan tahun 2035 turun 7 basis poin menjadi 8,58%.

Faktor Pendorong Eksternal

Penguatan rand sebagian besar didorong oleh dua faktor eksternal utama:

  • Pelemahan Dolar AS: Indeks Dolar AS (DXY) turun 0,6% terhadap sekeranjang mata uang utama. Pelemahan dolar secara umum mengurangi tekanan pada mata uang negara berkembang seperti rand.
  • Kenaikan Harga Emas: Harga emas yang lebih tinggi memberikan dukungan signifikan bagi rand. Afrika Selatan adalah salah satu eksportir logam mulia terbesar di dunia, sehingga kenaikan harga komoditas ini berdampak positif bagi perekonomian dan mata uangnya.
Sample IUX Markets – In-articleAd

Fokus pada Data Ekonomi AS

Di pasar saham, indeks Top-40 di Bursa Efek Johannesburg naik 1,4%, dengan saham seperti Impala Platinum dan MTN Group mencatatkan kenaikan signifikan. Kinerja ini terjadi saat investor menantikan rilis laporan *non-farm payrolls* AS pada hari Jumat.

Data tersebut dipandang sebagai indikator penting bagi arah kebijakan moneter Federal Reserve. Laporan ini menyusul data ketenagakerjaan ADP pada hari Rabu, yang menunjukkan pertumbuhan moderat di sektor swasta AS. Seperti mata uang pasar berkembang lainnya, rand sangat sensitif terhadap faktor-faktor global, terutama data ekonomi AS dan ekspektasi kebijakan The Fed.

Back to latest news

LATEST