Story
Rand Afrika Selatan Bertahan Kuat, Abaikan Kenaikan Pengangguran dan Pelemahan Manufaktur

Rand Afrika Selatan menunjukkan ketahanan pada hari Selasa, diperdagangkan stabil di dekat level terkuatnya dalam lima bulan terhadap dolar AS. Para pelaku pasar sebagian besar mengabaikan rilis data ekonomi domestik yang menunjukkan kenaikan angka pengangguran dan penurunan output pabrik.
Pada pukul 14:37 GMT, rand diperdagangkan di level 16,18 per dolar, hampir tidak berubah dari penutupan sebelumnya. Level ini merupakan yang terkuat bagi mata uang tersebut sejak 2 Maret, menurut data pasar.
Fokus Beralih ke Prospek Suku Bunga AS
Kekuatan rand belakangan ini terutama didorong oleh faktor eksternal. Laporan pekerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan pada minggu lalu telah meredakan kekhawatiran pasar akan kenaikan suku bunga yang agresif oleh Federal Reserve, sehingga meningkatkan daya tarik aset-aset berisiko.
Fokus pasar kini tertuju pada data ekonomi AS yang akan datang, yaitu Indeks Harga Konsumen (IHK) pada hari Rabu dan Indeks Harga Produsen (IHP) pada hari Kamis. Data-data ini akan menjadi acuan penting bagi The Fed dalam menentukan arah kebijakan moneternya ke depan. Seperti mata uang negara berkembang lainnya, pergerakan rand sangat sensitif terhadap sentimen risiko global dan kebijakan moneter AS.
AdData Domestik yang Suram Diabaikan
Di dalam negeri, data yang dirilis pada hari Selasa melukiskan gambaran ekonomi yang menantang. Namun, rilis ini gagal menekan nilai tukar rand secara signifikan.
Berdasarkan data dari Statistik Afrika Selatan:
- Tingkat pengangguran resmi pada kuartal kedua 2026 naik menjadi 33,6%, meningkat dari 32,7% pada kuartal pertama.
- Output manufaktur pada bulan Juni turun 1,7% secara tahunan (year-on-year), menyusul revisi penurunan sebesar 4,4% pada bulan Mei.