Story

Rand Afrika Selatan Anjlok ke Level Terendah Satu Minggu di Tengah Tensi Iran

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 13, 20261 min read
Rand Afrika Selatan Anjlok ke Level Terendah Satu Minggu di Tengah Tensi Iran
Text size
Background

Rand Afrika Selatan jatuh ke level terendahnya dalam satu minggu pada hari Rabu, setelah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah memicu penghindaran risiko (risk aversion) di kalangan investor dan menekan mata uang negara berkembang.

Sentimen Risk-Off Membebani Rand

Pada pukul 12:26 GMT, rand diperdagangkan pada level 16,3850 terhadap dolar AS, melemah sekitar 0,5% dari penutupan sebelumnya. Pelemahan ini sejalan dengan kerugian yang dialami oleh mata uang negara berkembang lainnya.

Pemicu utama pelemahan ini adalah pernyataan dari Presiden AS Donald Trump bahwa kesepakatan damai sementara dengan Iran telah berakhir. Hal ini mengurangi selera risiko investor dan mendorong mereka untuk beralih dari aset-aset yang dianggap lebih berisiko, termasuk rand.

Dampak Pasar yang Lebih Luas

Gejolak geopolitik ini juga berdampak pada pasar komoditas dan mata uang utama. Harga minyak melonjak lebih dari 5% ke level tertinggi dalam dua minggu di tengah kekhawatiran pasokan dari Timur Tengah. Sementara itu, indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sejumlah mata uang utama lainnya, terpantau relatif datar.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Menurut laporan, Garda Revolusi Iran menyatakan telah menargetkan situs-situs militer AS di Bahrain dan Kuwait. Ini merupakan respons atas serangan militer Washington terhadap Iran menyusul serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz.

Prospek ke Depan

Sebagai mata uang yang sensitif terhadap risiko, pergerakan rand sering kali mencerminkan sentimen di pasar global. Para analis memperkirakan arah rand dalam jangka pendek akan sangat bergantung pada perkembangan lebih lanjut di Timur Tengah.

Selain itu, pasar juga akan mencermati rilis risalah rapat Federal Reserve yang dijadwalkan pada hari Rabu malam. Risalah ini dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter AS, yang juga menjadi faktor penting bagi mata uang negara berkembang.

Back to latest news

LATEST