Story

Rand Afrika Selatan Melemah Seiring Anjloknya Sentimen Manufaktur

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 1, 20261 min read
Rand Afrika Selatan Melemah Seiring Anjloknya Sentimen Manufaktur
Text size
Background

Mata uang rand Afrika Selatan terdepresiasi terhadap dolar AS pada hari Selasa, menyusul rilis survei indeks manajer pembelian (PMI) yang menunjukkan sentimen di sektor manufaktur memburuk pada bulan Agustus karena penurunan aktivitas bisnis.

Tekanan dari Data Manufaktur

Berdasarkan data pasar pada pukul 12:59 GMT, rand diperdagangkan pada level 16,1375 per dolar, melemah sekitar 0,2% dari penutupan sebelumnya. Pelemahan ini terjadi setelah rilis data PMI yang disponsori oleh bank Absa.

Indeks yang disesuaikan secara musiman tersebut turun ke level 45,8 pada Agustus dari 46,8 pada Juli. Angka di bawah 50 mengindikasikan adanya kontraksi di sektor manufaktur. Data ini menandai beberapa poin penting:

  • Ini adalah penurunan bulanan keempat berturut-turut.
  • Merupakan level terendah yang tercatat sepanjang tahun 2026.
Sample IUX Markets – In-articleAd

Konteks Pasar yang Lebih Luas

Data domestik lain yang dirilis menunjukkan perlambatan. Menurut badan industri otomotif NAAMSA, penjualan kendaraan baru naik 11,4% secara tahunan (*year-on-year*) pada bulan Agustus, melambat dari pertumbuhan 11,9% pada bulan Juli.

Secara eksternal, rand juga menghadapi tekanan dari penguatan dolar AS. Indeks Dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang mata uang utama, menguat di tengah ketegangan baru antara AS dan Iran yang memicu kekhawatiran inflasi. Sentimen negatif ini juga tercermin di pasar saham lokal, di mana indeks acuan Top-40 di Bursa Efek Johannesburg tercatat turun 0,8%.

Back to latest news

LATEST