Story
Saham SoftBank Jatuh Terseret Prospek Suram dari Arm Holdings

Summary
Saham SoftBank Group anjlok setelah Arm Holdings, perusahaan desainer chip yang dimilikinya, memberikan peringatan mengenai penurunan royalti ponsel pintar. Prospek yang lebih lemah ini membayangi kinerja kuartalan Arm yang kuat dan memicu kekhawatiran investor.
Saham SoftBank Group (TYO:9984) anjlok 2,6% menjadi ¥4.616 pada perdagangan hari Kamis, tertekan oleh pelemahan saham Arm Holdings (NASDAQ:ARM) semalam. Reaksi negatif investor terhadap laporan pendapatan dan prospek bisnis desainer chip tersebut menjadi pemicu utama.
Prospek Arm Menekan Induk Usaha
Arm, yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh SoftBank, merosot 7% dalam perdagangan pasca-penutupan di AS pada hari Rabu. Pelemahan ini terjadi setelah perusahaan memperingatkan bahwa pendapatan dari royalti ponsel pintar diperkirakan akan menurun pada kuartal-kuartal mendatang.
Royalti ini merupakan sumber pendapatan utama bagi Arm, dan peringatan tersebut membayangi laporan pendapatan kuartal kedua yang sebenarnya solid. Sebagai pemilik, kinerja keuangan SoftBank sangat terkait dengan Arm, yang dianggap sebagai salah satu aset paling berharga dalam portofolionya.
Meski demikian, pendapatan kuartal kedua Arm sebenarnya melampaui ekspektasi. Kinerja ini didorong oleh lonjakan permintaan yang berasal dari tren kecerdasan buatan (AI), yang meningkatkan permintaan untuk platform chip rancangan Arm.
Faktor Tambahan yang Memberatkan
AdSelain sentimen dari Arm, beberapa faktor lain turut menekan saham SoftBank. Dari sisi teknikal, terbentuknya sinyal *'dead cross'* pada 28 Juli, di mana rata-rata pergerakan 25 hari melintas di bawah rata-rata 75 hari, menandakan potensi tren penurunan bagi investor.
Sentimen institusional juga masih dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
- Penurunan Peringkat: Deutsche Bank sebelumnya menurunkan peringkat saham SoftBank menjadi 'Hold' dari 'Buy', dengan alasan reli tajam sebelumnya dan dinamika depresiasi yen.
- Kekhawatiran Valuasi: Terdapat kehati-hatian yang lebih luas di pasar mengenai valuasi portofolio AI SoftBank, terutama seputar prospek investasi utamanya seperti OpenAI.
Penurunan saham SoftBank ini kontras dengan kinerja pasar yang lebih luas. Pada hari yang sama, indeks acuan Nikkei 225 justru berhasil mencatatkan kenaikan sebesar 2%, menunjukkan bahwa tekanan jual lebih spesifik menimpa konglomerat teknologi tersebut.