Story

Pembelian Mata Uang Asing SNB Melambat Menjadi 1,44 Miliar Franc pada Kuartal Kedua

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 30, 20261 min read
Pembelian Mata Uang Asing SNB Melambat Menjadi 1,44 Miliar Franc pada Kuartal Kedua

Summary

Data yang dirilis Rabu menunjukkan bahwa intervensi valuta asing Bank Nasional Swiss menurun secara signifikan pada kuartal kedua, meskipun bank sentral tetap siap untuk menangkal penguatan berlebihan pada mata uang safe-haven tersebut.

Text size
Background

Bank Sentral Swiss (SNB) mengurangi intervensi mata uang asingnya pada kuartal kedua tahun 2026, dengan membeli 1,44 miliar franc Swiss ($1,73 miliar) untuk mengendalikan penguatan franc. Angka tersebut, yang dirilis oleh bank sentral pada hari Rabu, menandai perlambatan signifikan dari kuartal sebelumnya.

Laju Pembelian Menurun

Intervensi pada kuartal kedua ini menunjukkan penurunan tajam dari 3,94 miliar franc mata uang asing yang dibeli SNB pada kuartal pertama tahun 2026. Pengurangan laju pembelian ini dapat mengindikasikan bahwa tekanan ke atas pada franc sebagai aset aman telah mereda sejak awal tahun ketika ketegangan geopolitik meningkat.

Angka intervensi utama yang dilaporkan oleh SNB meliputi:

  • Pembelian Kuartal 2 2026: 1,44 miliar CHF
  • Pembelian Kuartal 1 2026: 3,94 miliar CHF
Sample IUX Markets – In-articleAd

Konteks Kebijakan dan Pasar

Intervensi SNB merupakan bagian inti dari kebijakan moneternya, yang bertujuan untuk mencegah apresiasi berlebihan franc Swiss, yang dapat merugikan perekonomian negara yang bergantung pada ekspor. Franc sering dicari oleh investor selama masa ketidakpastian global, sehingga menekan nilainya ke atas.

Bank sentral sebelumnya telah menyatakan bahwa mereka memiliki "kemauan yang meningkat" untuk bertindak di pasar valuta asing, sebuah sikap yang diadopsi setelah dimulainya konflik Timur Tengah. Bagi investor, intervensi yang berkelanjutan, meskipun lebih lambat, menandakan bahwa SNB tetap menjadi kekuatan signifikan di pasar mata uang, berkomitmen untuk mencegah kenaikan pesat franc.

Back to latest news

LATEST