Story
Saham Sandoz Anjlok Akibat Rencana Tarif Obat Generik Trump Bayangi Prospek di AS

Saham Sandoz Group AG (SIX:SDZ) anjlok hampir 3% pada hari Rabu menyusul pengumuman rencana Presiden AS Donald Trump untuk memberlakukan tarif tinggi terhadap obat-obatan generik impor mulai tahun 2028. Kebijakan ini menimbulkan kekhawatiran investor terhadap prospek jangka panjang salah satu produsen obat generik terbesar di dunia tersebut di pasar AS.
Saham Sandoz tercatat turun 2,9% ke level CHF 64,58, menjadikannya salah satu saham dengan kinerja terlemah pada indeks SMI Swiss, yang pada saat bersamaan naik 0,3%.
Detail Rencana Tarif AS
Proposal yang diumumkan oleh Trump bertujuan untuk mendorong perusahaan farmasi merelokasi fasilitas manufaktur ke Amerika Serikat. Rencana tersebut menguraikan implementasi tarif secara bertahap:
- Obat generik impor akan tetap bebas tarif selama dua tahun mulai 1 Agustus.
- Tarif sebesar 100% akan diberlakukan mulai Agustus 2028.
- Tarif akan dinaikkan menjadi 200% setahun kemudian jika produksi tidak dipindahkan ke Amerika Serikat.
Dampak bagi Sandoz dan Investor
AdSebagai salah satu produsen obat generik dan biosimilar terbesar di dunia, Sandoz dianggap sangat terekspos terhadap proposal ini. Perusahaan memiliki jejak manufaktur internasional yang signifikan serta bisnis yang besar di AS, sehingga kebijakan tarif ini dapat menekan margin keuntungan secara substansial.
Meski tarif baru akan berlaku dua tahun lagi, investor sudah mulai mengkalkulasi dampaknya. Pasar kini fokus pada bagaimana produsen obat generik multinasional seperti Sandoz mungkin perlu mempercepat investasi manufaktur di AS atau merestrukturisasi rantai pasok mereka untuk melindungi margin jika kebijakan tersebut diterapkan.
Konteks Industri yang Lebih Luas
Sandoz sebelumnya menyatakan akan berdialog dengan para pembuat kebijakan AS dan mengatakan masih terlalu dini untuk menilai dampak potensial dari proposal tersebut. Di sisi lain, kelompok industri telah memperingatkan bahwa memindahkan produksi obat generik berbiaya rendah ke AS dapat meningkatkan biaya manufaktur secara signifikan, yang berpotensi memengaruhi keterjangkauan harga obat bagi konsumen.