Story
Samsung Electronics Bentuk Divisi Robotika, Tunjuk Mantan Eksekutif Hyundai

Summary
Samsung Electronics mengumumkan pembentukan divisi robotika baru yang akan melapor langsung ke CEO, sebuah langkah strategis untuk menjadikan robotika sebagai mesin pertumbuhan baru perusahaan.
Samsung Electronics pada hari Selasa mengumumkan pembentukan divisi robotika baru yang akan melapor langsung kepada *chief executive officer* (CEO). Langkah ini bertujuan untuk mengakselerasi pengembangan dan komersialisasi di bidang tersebut, serta menetapkan robotika sebagai mesin pertumbuhan masa depan.
Menurut pernyataan resmi perusahaan, divisi yang dinamakan RX (Robotics eXperience) ini akan mengawasi strategi robotika jangka menengah hingga panjang, pengembangan teknologi inti, dan eksekusi bisnis. Langkah ini menggarisbawahi keseriusan Samsung dalam memasuki pasar robotika yang berkembang pesat.
Kepemimpinan dan Strategi Baru
Untuk memimpin tim strategi robotika, Samsung menunjuk Executive Vice President Lee Dongkun. Lee sebelumnya memimpin strategi robotika di Hyundai Motor Group, termasuk mengarahkan strategi untuk perusahaan robotika terkemuka, Boston Dynamics. Pengalamannya diharapkan dapat mempercepat ambisi Samsung di sektor ini.
Sebagai bagian dari strateginya, Samsung berencana mendirikan pusat penelitian robotika di Amerika Serikat, Tiongkok, dan Jepang. Langkah ini dimaksudkan untuk memperkuat daya saing dengan memanfaatkan ekosistem dan keahlian lokal di negara-negara dengan teknologi robotika yang maju.
AdFokus pada Robot Humanoid dan AI Fisik
Langkah ini merupakan kelanjutan dari dorongan Samsung yang lebih luas di bidang robotika. Perusahaan menyatakan bahwa kemajuan teknologi seperti AI Fisik (*Physical AI*) membuat bisnis robotika menjadi semakin layak secara komersial. Selama laporan pendapatan pada bulan Januari, Samsung menargetkan untuk mencapai hasil yang "nyata" dalam bisnis robot humanoidnya tahun ini.
Samsung berencana untuk mengembangkan robot humanoid yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan pengalaman pengguna. Penerapan awalnya akan difokuskan pada lokasi manufaktur sebelum diperluas ke sektor rumah tangga dan ritel. Perusahaan juga menyatakan akan mempertimbangkan investasi dan akuisisi jika diperlukan untuk mempercepat pengembangan dan komersialisasi.