Story

Rubel Rusia Anjlok Melewati 80 per Dolar untuk Pertama Kali Sejak April

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 29, 20261 min read
Rubel Rusia Anjlok Melewati 80 per Dolar untuk Pertama Kali Sejak April
Text size
Background

Nilai tukar rubel Rusia anjlok 1,9% terhadap dolar AS pada hari Rabu, menembus level 80 per dolar untuk pertama kalinya sejak 3 April. Pelemahan ini menandai penurunan signifikan bagi mata uang Rusia, yang telah terdepresiasi sebesar 14% terhadap dolar sejak 20 Mei, menurut data pasar dari LSEG.

Rincian Pelemahan Nilai Tukar

Selain terhadap dolar, rubel juga tercatat melemah terhadap mata uang utama lainnya. Nilai tukarnya turun 1% terhadap yuan Tiongkok, mencapai 11,8 rubel per yuan. Yuan merupakan mata uang asing yang paling banyak diperdagangkan di Rusia, menjadikan pergerakan ini sebagai indikator penting sentimen pasar.

Penurunan nilai tukar ini mencerminkan tekanan fundamental yang dihadapi ekonomi Rusia. Investor dan pelaku pasar memantau dengan cermat level-level kunci ini sebagai sinyal kesehatan ekonomi negara tersebut.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Faktor Pendorong Penurunan

Analis mengaitkan pelemahan rubel saat ini dengan beberapa faktor utama, di antaranya:

  • Berakhirnya Periode Pajak: Penurunan ini bertepatan dengan berakhirnya periode pembayaran pajak musiman. Selama periode ini, perusahaan-perusahaan eksportir Rusia biasanya menjual pendapatan mata uang asing mereka untuk membayar kewajiban pajak dalam rubel, sehingga secara temporer meningkatkan permintaan terhadap mata uang domestik. Dengan berakhirnya periode ini, permintaan tersebut pun surut.
  • Ketidakstabilan Harga Minyak: Volatilitas harga minyak mentah, yang merupakan komoditas ekspor utama Rusia, turut memberikan tekanan. Harga minyak yang tidak stabil menciptakan ketidakpastian terhadap arus pendapatan valuta asing negara, yang secara langsung berdampak pada nilai tukar rubel.
  • Kondisi Geopolitik: Sejak Mei, peningkatan serangan Ukraina terhadap kilang minyak dan infrastruktur energi Rusia telah menyebabkan kelangkaan bahan bakar dan mendorong inflasi di dalam negeri. Faktor-faktor ini menambah tekanan pada ekonomi dan mata uang Rusia.
Back to latest news

LATEST