Story

Serangan Drone Rusia Sasar Infrastruktur Logistik dan Ritel Ukraina

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 28, 20262 min read
Serangan Drone Rusia Sasar Infrastruktur Logistik dan Ritel Ukraina

Summary

Rusia melancarkan serangan drone bergelombang ke Kyiv untuk hari kedua berturut-turut, menargetkan gudang, pusat logistik, dan toko ritel dalam upaya untuk melumpuhkan ekonomi dan rantai pasok Ukraina.

Text size
Background

Rusia kembali melancarkan serangan drone dalam beberapa gelombang ke ibu kota Ukraina, Kyiv, dan wilayah sekitarnya. Para pejabat Ukraina menyatakan serangan yang terjadi selama dua hari berturut-turut ini menargetkan infrastruktur ekonomi dan logistik penting dalam upaya mengganggu kehidupan sehari-hari jutaan penduduk.

Serangan Sasar Pusat Ekonomi dan Logistik

Menurut keterangan Gubernur Tymur Tkachenko, serangan di luar Kyiv menyebabkan sedikitnya satu orang tewas. Kerusakan material yang dilaporkan mencakup 14 gudang, 16 rumah pribadi, dan tiga blok apartemen. Serangan ini secara spesifik menyasar aset komersial yang krusial bagi perekonomian konsumen.

Perusahaan kurir swasta utama Ukraina, Nova Poshta, mengonfirmasi bahwa pusat penyortiran mereka di dekat Kyiv dan di kota utara Sumy hancur. Selain itu, Gubernur Ivan Fedorov melaporkan sebuah drone Rusia menghantam toko perlengkapan rumah besar, Epicenter, di kota Zaporizhzhia, melukai sedikitnya empat orang. Di Kharkiv, Wali Kota Ihor Terekhov juga melaporkan serangan terhadap sebuah pusat perbelanjaan.

Strategi untuk Melumpuhkan Kyiv

Pejabat Ukraina menilai serangan berulang ini merupakan strategi terkoordinasi untuk memberikan tekanan maksimum pada pertahanan dan populasi ibu kota. Andriy Kovalenko, kepala Pusat Penanggulangan Disinformasi (CCD) Ukraina, menyatakan bahwa tujuan Rusia adalah untuk "melumpuhkan Kyiv" dengan melancarkan drone dalam jumlah kecil secara bergelombang.

Sample IUX Markets – In-articleAd

"Tujuannya adalah untuk melemahkan pertahanan udara dan populasi," kata Kovalenko. Taktik ini sejalan dengan eskalasi serangan dalam beberapa pekan terakhir oleh kedua belah pihak yang menargetkan infrastruktur logistik konsumen dan peritel daring untuk melemahkan perekonomian perang masing-masing.

Dampak pada Rantai Pasok dan Transportasi

Serangan ini telah menimbulkan gangguan signifikan pada jaringan logistik Ukraina. Perusahaan kereta api negara melaporkan penundaan jadwal di beberapa wilayah akibat serangan sehari sebelumnya, dengan efek yang diperkirakan akan terasa setidaknya satu hari lagi.

Kementerian Luar Negeri Ukraina mencatat bahwa Kyiv berada di bawah status siaga serangan udara selama hampir 15 jam pada hari Kamis, yang menggambarkan skala gangguan tersebut. Hancurnya gudang milik sebuah peritel buku besar, yang biasanya mengirimkan ribuan judul per hari, semakin menyoroti dampak langsung serangan terhadap rantai pasok barang konsumen di negara tersebut.

Back to latest news

LATEST