Story

Rusia Mengintensifkan Serangan terhadap Kyiv, Menargetkan Jembatan-Jembatan Utama di Sungai Dnipro

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Oct 2, 20262 min read
Rusia Mengintensifkan Serangan terhadap Kyiv, Menargetkan Jembatan-Jembatan Utama di Sungai Dnipro

Summary

Kampanye udara Rusia yang menargetkan infrastruktur penting telah berulang kali menghantam jembatan-jembatan utama di Kyiv, memutuskan jalur transportasi vital di seberang Sungai Dnipro dan menyebabkan gangguan ekonomi dan logistik yang signifikan bagi penduduk ibu kota.

Text size
Background

Serangan udara Rusia telah menargetkan jembatan-jembatan utama di Kyiv untuk hari kedua berturut-turut, sebagai bagian dari kampanye yang semakin intensif terhadap infrastruktur Ukraina yang sangat mengganggu perekonomian dan kehidupan sehari-hari ibu kota. Serangan drone pada Jumat malam menghantam Jembatan Selatan, memaksa penghentian lalu lintas sepenuhnya atau sebagian di jembatan tersebut dan dua jembatan penting lainnya di atas Sungai Dnipro, menurut pejabat Ukraina.

Gangguan Ekonomi dan Logistik

Serangan-serangan tersebut telah menciptakan hambatan logistik di kota berpenduduk 3 juta jiwa ini, di mana sebagian besar tenaga kerja melakukan perjalanan bolak-balik melintasi sungai setiap hari. Situasi ini telah menyebabkan kemacetan lalu lintas yang panjang dan membuat Walikota Vitali Klitschko menggambarkannya sebagai "sangat dramatis" setelah pertemuan dewan keamanan kota.

  • Diperkirakan 500.000 orang melakukan perjalanan bolak-balik dari "tepi kiri" timur ke "tepi kanan" barat, di mana sebagian besar lembaga pemerintah dan bisnis berada, menurut analis ekonomi Andriy Shevchishin.
  • Serangan-serangan tersebut mengingatkan pada kampanye pengeboman musim dingin Rusia terhadap infrastruktur energi, yang sebelumnya menyebabkan pemadaman listrik dan pemanas yang parah bagi penduduk di tepi kiri sungai Seine.

Konteks Militer yang Lebih Luas

Seorang pejabat senior Ukraina mengatakan kepada wartawan bahwa peningkatan serangan tampaknya terkait dengan perintah baru-baru ini dari Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menghapus batasan pada kampanye udara negara tersebut, sebuah perkembangan yang pertama kali dilaporkan oleh Financial Times. Kementerian pertahanan Rusia mengklaim drone mereka menghantam sebuah jembatan dan pembangkit listrik di wilayah Kyiv, menyatakan bahwa semua target digunakan untuk tujuan militer.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Sebagai tanggapan, Ukraina terus melakukan serangan terhadap aset ekonomi Rusia. Militer Ukraina mengatakan drone mereka menargetkan kilang Lukoil di Volgograd dan fasilitas minyak lainnya di wilayah Samara. Presiden Putin sebelumnya menyatakan bahwa serangan Ukraina terhadap kilang minyak telah merugikan Rusia 1% dari produk domestik brutonya.

Ukraina Mencari Pertahanan Udara Canggih

Untuk melawan ancaman udara yang meningkat, yang mencakup drone cepat bertenaga jet, Ukraina sangat membutuhkan persenjataan yang lebih canggih. Menteri Luar Negeri Andrii Sybiha mengatakan pada hari Kamis bahwa Kyiv membutuhkan setidaknya 300 rudal pencegat Patriot untuk membangun tingkat perlindungan minimum untuk musim dingin mendatang.

Sybiha juga mencatat bahwa Moskow diyakini memproduksi 120 hingga 140 rudal balistik setiap bulan, dengan 600 rudal sudah ada dalam persediaannya. Ia menambahkan bahwa Polandia, Belgia, dan Spanyol telah setuju untuk memasok amunisi 20mm untuk jet tempur F-16 Ukraina, yang dianggap sebagai alat yang efektif melawan drone Rusia yang lebih baru.

Back to latest news

LATEST