Story

Rusia Tuduh Ukraina Serang Truk BBM, Keselamatan PLTN Zaporizhzhia Terancam

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 13, 20261 min read
Rusia Tuduh Ukraina Serang Truk BBM, Keselamatan PLTN Zaporizhzhia Terancam

Summary

Kepala perusahaan nuklir negara Rusia menuduh Ukraina menyerang truk bahan bakar diesel di dekat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia, yang menurutnya menewaskan dua prajurit dan membahayakan keselamatan fasilitas tersebut.

Text size
Background

Kepala perusahaan energi nuklir negara Rusia pada hari Minggu menuduh Ukraina melakukan serangan terhadap truk bahan bakar diesel, yang ia klaim telah menewaskan dua prajurit Rusia dan secara sengaja membahayakan keselamatan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia yang dikuasai Rusia.

Rincian Tuduhan

Menurut Alexei Likhachev, kepala perusahaan nuklir Rusia, serangan tersebut terjadi pada hari Jumat. Ia menyatakan bahwa pasukan Ukraina melancarkan "serangkaian serangan gabungan" terhadap truk-truk yang mengantarkan solar ke pembangkit tersebut.

Dalam pernyataannya, Likhachev menyebutkan:

  • Serangan terjadi sangat dekat dengan perimeter lokasi pembangkit.
  • Dua prajurit tewas dan sejumlah tentara Rusia lainnya terluka, beberapa di antaranya dalam kondisi serius.
  • Ia mengklaim bahwa para prajurit tersebut terlibat dalam mendukung "misi sipil murni".

Konteks dan Implikasi Keselamatan

Sample IUX Markets – In-articleAd

Bahan bakar diesel sangat krusial untuk operasional keselamatan PLTN Zaporizhzhia. Generator diesel digunakan sebagai sumber daya cadangan untuk menjaga agar bahan bakar nuklir di dalam reaktor tetap dingin ketika dua jalur listrik eksternal utama terputus, seperti yang terjadi selama hampir tiga minggu pada bulan Agustus dan September.

PLTN Zaporizhzhia, yang merupakan pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa dengan enam reaktor, direbut oleh pasukan Rusia pada awal invasi tahun 2022. Sejak saat itu, kedua belah pihak secara rutin saling melontarkan tuduhan melakukan tindakan yang membahayakan keselamatan fasilitas dan meningkatkan risiko kecelakaan nuklir. Saat ini, pembangkit tersebut tidak menghasilkan listrik.

Peran Pengawas Internasional

Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) PBB telah menempatkan tim pengamat secara permanen di stasiun tersebut untuk memantau situasi. Badan tersebut telah berulang kali bertindak sebagai perantara dalam sengketa dan membantu menengahi gencatan senjata lokal untuk perbaikan infrastruktur penting.

Ukraina terus menuntut agar Rusia meninggalkan pembangkit tersebut dan mengembalikannya ke bawah kendali Kyiv, sebuah tuntutan yang ditolak oleh Moskow. Tuduhan terbaru ini kembali meningkatkan ketegangan seputar keamanan fasilitas nuklir yang vital tersebut.

Back to latest news

LATEST