Story

Rio Tinto Hentikan Bisnis Komposit Aluminium, Alihkan Pelanggan ke Cymat

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 21, 20261 min read
Rio Tinto Hentikan Bisnis Komposit Aluminium, Alihkan Pelanggan ke Cymat

Summary

Raksasa tambang Rio Tinto keluar dari bisnis komposit matriks logam (MMC) aluminium dan telah sepakat untuk mengalihkan basis pelanggannya ke Cymat Technologies asal Kanada dalam sebuah kesepakatan komersial.

Text size
Background

Raksasa pertambangan Rio Tinto telah setuju untuk mengalihkan pelanggan dari bisnis komposit matriks logam (MMC) aluminium miliknya ke Cymat Technologies yang berbasis di Kanada. Langkah ini menandai keluarnya Rio Tinto dari segmen bisnis tersebut, menurut pernyataan yang dirilis oleh Cymat pada hari Selasa.

Rincian Kesepakatan

Berdasarkan perjanjian komersial yang ditandatangani antara Cymat dan Rio Tinto Alcan, divisi aluminium Rio Tinto, seluruh basis pelanggan komersial MMC akan diserahkan kepada perusahaan Kanada tersebut. Kesepakatan ini memiliki struktur pembayaran berbasis kinerja.

Cymat akan membayar Rio Tinto sebesar $750 per metrik ton MMC yang berhasil dijual atau digunakan selama periode lima tahun ke depan. Menurut pernyataan tersebut, total pembayaran dalam kesepakatan ini dibatasi hingga maksimum $500.000.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Latar Belakang dan Implikasi Strategis

Rio Tinto telah memproduksi dan menjual material aluminium yang diresapi keramik ini selama lebih dari 40 tahun. Produk ini merupakan material khusus yang utamanya digunakan dalam aplikasi otomotif dan perkeretaapian.

Pelanggan yang dialihkan termasuk produsen cakram rem di Eropa yang memasok pasar kendaraan komersial dan kereta api. Bagi Cymat, akuisisi basis pelanggan ini memberikan akses langsung ke pasar industri yang sudah mapan. Sementara bagi Rio Tinto, langkah ini merupakan divestasi dari bisnis non-inti, yang memungkinkan perusahaan untuk lebih fokus pada operasi pertambangan utamanya. Pihak Rio Tinto belum memberikan komentar langsung saat dimintai keterangan oleh Reuters.

Back to latest news

LATEST