Story

Harga Tembaga Melonjak, Saham Rio Tinto Menguat Jelang Laporan Kinerja

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 14, 20262 min read
Harga Tembaga Melonjak, Saham Rio Tinto Menguat Jelang Laporan Kinerja

Summary

Saham ADR Rio Tinto naik signifikan dalam perdagangan pra-pembukaan, didorong oleh lonjakan harga tembaga global dan rebound teknis setelah serangkaian revisi negatif dari analis.

Text size
Background

Saham American Depositary Receipt (ADR) Rio Tinto (NYSE: RIO) menguat 2,0% dalam perdagangan pra-pembukaan pada 14 Juli, mencapai $91,61. Kenaikan ini terutama didorong oleh rebound kuat pada harga tembaga yang menjadi salah satu komoditas utama perusahaan tambang raksasa tersebut.

Pendorong Utama: Kenaikan Harga Tembaga

Faktor utama di balik penguatan saham Rio Tinto adalah lonjakan harga komoditas. Kontrak berjangka tembaga naik 1,25% dari sesi sebelumnya menjadi $6,31 per pon pada 14 Juli. Kenaikan ini dipicu oleh kekhawatiran pasokan global yang semakin ketat.

Tekanan produksi di Chili—produsen tembaga utama dunia—menjadi penyebabnya. Menurut laporan, negara tersebut menghadapi berbagai tantangan, termasuk kelangkaan air, penurunan kadar bijih, pemeliharaan yang tidak terencana, dan perselisihan tenaga kerja, yang semuanya menghambat output.

Rebound Teknis dan Sentimen Analis

Penguatan hari ini juga dilihat sebagai rebound teknis. Dalam beberapa sesi terakhir, saham Rio Tinto berada di bawah tekanan setelah serangkaian sentimen negatif dari analis pasar.

Sample IUX Markets – In-articleAd
  • Morgan Stanley pada 7 Juli menurunkan peringkat saham Rio Tinto menjadi Underweight dari Equal Weight.
  • Citi pada 13 Juli memangkas target harganya menjadi 7.700 GBp dari 8.100 GBp.
  • Citi juga mengeluarkan peringkat Hold baru untuk saham tersebut pada pagi hari ini.

Dengan sebagian besar sentimen negatif tersebut tampaknya sudah tercermin dalam harga saham, para investor mulai masuk kembali selama jam pra-pembukaan, memicu kenaikan harga.

Antisipasi Laporan Kinerja

Investor juga mulai memposisikan diri menjelang rilis laporan kinerja keuangan Rio Tinto yang dijadwalkan pada 29 Juli 2026. Mengingat saham ADR diperdagangkan dengan diskon yang signifikan dari puncaknya dalam 52 minggu, beberapa investor tampaknya berspekulasi untuk potensi kejutan positif, didukung oleh rekam jejak operasional perusahaan yang solid.

Pada laporan sebelumnya, perusahaan mencatat pertumbuhan produksi yang kuat dan kenaikan EBITDA dasar sebesar 9% menjadi $25,4 miliar. Kinerja Rio Tinto, yang sangat bergantung pada bijih besi dan tembaga, seringkali menjadi proksi untuk aktivitas manufaktur global dan permintaan impor dari Tiongkok.

Back to latest news

LATEST