Story

Harga Gula Berjangka Melemah Tertekan Penurunan Minyak

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 16, 20261 min read
Harga Gula Berjangka Melemah Tertekan Penurunan Minyak

Summary

Harga gula berjangka mentah turun tipis karena pelemahan harga minyak mendorong pabrik tebu untuk memprioritaskan produksi gula daripada etanol. Namun, prospek penurunan produksi di beberapa negara utama menahan pelemahan lebih lanjut.

Text size
Background

Harga gula berjangka mentah turun tipis pada hari Rabu, tertekan oleh pelemahan harga minyak yang memengaruhi keputusan produksi di pabrik-pabrik tebu negara produsen utama.

Kontrak gula mentah berjangka SBc1 turun 0,3% menjadi 17,88 sen per pon. Pelemahan ini terjadi setelah harga sempat menyentuh level tertinggi dalam 16 bulan terakhir.

Dampak Harga Minyak

Pelemahan harga minyak mentah menjadi faktor penekan utama bagi pasar gula. Kondisi ini membuat produksi etanol, sebuah biofuel yang juga berasal dari tebu, menjadi kurang menguntungkan dibandingkan memproduksi gula untuk konsumsi.

Akibatnya, pabrik-pabrik tebu di produsen utama seperti Brasil dan India lebih terdorong untuk mengalihkan alokasi tebu mereka untuk produksi gula. Tren ini berpotensi meningkatkan pasokan gula di pasar global, sehingga memberikan tekanan turun pada harga.

Prospek Pasokan Global

Sample IUX Markets – In-articleAd

Meskipun terjadi pelemahan, para pedagang menyebutkan bahwa harga gula masih mendapat dukungan dari ekspektasi penurunan produksi di beberapa wilayah kunci. Proyeksi output yang lebih rendah di India, Uni Eropa, dan Thailand membantu menahan kejatuhan harga lebih lanjut.

Secara spesifik, kementerian pertanian Prancis melaporkan bahwa tanaman bit gula di negara itu mengalami kerusakan parah akibat gelombang panas dan kekeringan. Menurut kementerian tersebut, panen tahun ini diperkirakan akan menjadi yang terendah sejak tahun 1970-an. Prancis adalah produsen pertanian terbesar di Uni Eropa.

Rincian Kontrak Lainnya

  • Kontrak gula putih berjangka LSUc1 untuk bulan Oktober turun 0,4% menjadi $524,20 per ton.
  • Kontrak gula putih LSUV6 yang berakhir pada hari Selasa ditutup turun 0,5% pada $522,30 per ton.
  • Data awal dari para pedagang menunjukkan total volume pengiriman saat kontrak Oktober berakhir mencapai 9.987 lot, atau setara dengan 499.350 metrik ton.
Back to latest news

LATEST