Story

Pound Sterling Bertahan di Dekat Level Tertinggi, Dolar Stabil Menjelang Rilis Risalah Fed

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 8, 20261 min read
Pound Sterling Bertahan di Dekat Level Tertinggi, Dolar Stabil Menjelang Rilis Risalah Fed

Summary

Pound sterling diperdagangkan mendekati level tertingginya dalam beberapa pekan pada hari Selasa, sementara dolar AS bergerak stabil karena investor menantikan risalah rapat Federal Reserve untuk petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga.

Text size
Background

Pound sterling diperdagangkan dengan sedikit perubahan pada hari Selasa, bertahan di dekat level terkuatnya sejak pertengahan Juni. Mata uang Inggris ini sempat turun tipis 0,04% menjadi $1,3382 terhadap dolar, setelah pada hari Senin sempat mendekati level $1,34. Euro juga bergerak datar, dengan EUR/USD melemah 0,10% ke $1,1430. Stabilitas ini terjadi di tengah kalender data ekonomi AS yang sepi dan sikap hati-hati pasar menjelang rilis risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada hari Rabu.

Menurut analis dari ING, pasar saat ini melihat sedikit alasan untuk menjual dolar. Analis mencatat bahwa pasar mungkin memerlukan narasi yang meyakinkan untuk menjual dolar yang memberikan imbal hasil tinggi dalam lingkungan saat ini. Kecuali risalah rapat FOMC nanti memberikan kejutan yang bersifat *dovish* (cenderung longgar), narasi tersebut diperkirakan tidak akan muncul minggu ini, sehingga Indeks Dolar (DXY) kemungkinan akan bertahan di dekat level 101.0.

Para pelaku pasar menantikan risalah FOMC untuk mendapatkan sinyal baru mengenai jalur suku bunga AS. Komentar dari Gubernur The Fed Christopher Waller pada hari Senin, yang menyebutkan bahwa risiko prospek telah "berbalik ke sisi *hawkish* (cenderung ketat)," dinilai tidak memberikan banyak informasi baru bagi pasar. Dengan minimnya data ekonomi utama dari AS pada hari Selasa, volatilitas pasar tetap terkendali.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Dari Inggris, satu-satunya data domestik yang dirilis adalah indeks harga rumah dari Lloyds. Data tersebut menunjukkan kenaikan harga rata-rata sebesar 0,2% pada bulan Juni, menghentikan pelemahan selama tiga bulan berturut-turut. Pertumbuhan tahunan juga sedikit naik menjadi 0,6% dari 0,5%. Meskipun suku bunga hipotek telah sedikit menurun dari puncaknya, Lloyds mencatat bahwa keterjangkauan harga rumah masih menjadi tantangan.

Back to latest news

LATEST