Story

Poundsterling Menguat, Dolar AS Melemah Akibat Data Ketenagakerjaan AS yang Mengecewakan

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 11, 20261 min read
Poundsterling Menguat, Dolar AS Melemah Akibat Data Ketenagakerjaan AS yang Mengecewakan

Summary

Poundsterling dan euro menguat terhadap dolar AS setelah laporan data pekerjaan AS yang jauh lebih lemah dari perkiraan memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve telah selesai menaikkan suku bunga.

Text size
Background

Poundsterling diperdagangkan lebih tinggi pada hari Jumat, bersamaan dengan kenaikan euro, setelah dolar AS melemah secara luas akibat rilis data pekerjaan AS yang jauh di bawah ekspektasi. Angka tersebut memperkuat ekspektasi pasar bahwa siklus pengetatan moneter oleh Federal Reserve telah berakhir.

Pergerakan Pasar Mata Uang

Pasangan mata uang GBP/USD naik 0,10% ke level $1,3360, membawanya ke jalur kenaikan mingguan. Sementara itu, pasangan EUR/USD menguat 0,18% menjadi $1,1455 pada pukul 07:30 ET (11:30 GMT), menurut data dari Investing.com.

Kelemahan dolar menjadi pendorong utama pergerakan ini. Pasar kini mengalihkan fokus pada rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS pada 14 Juli, yang dipandang sebagai ujian kunci berikutnya untuk ekspektasi suku bunga The Fed.

Analisis Data Pekerjaan AS

Laporan ketenagakerjaan AS menunjukkan beberapa sinyal yang mengkhawatirkan bagi para investor. Menurut Francesco Pesole, ahli strategi FX di ING, meskipun ada penambahan 57.000 *payroll*, angka ini "lebih dari sekadar diimbangi" oleh revisi ke bawah sebesar 74.000 untuk dua bulan sebelumnya.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Pesole juga mencatat bahwa penurunan tingkat pengangguran menjadi 4,2% "terutama didorong oleh tingkat partisipasi yang lebih rendah, sebuah tanda yang tidak menggembirakan dari pelepasan tenaga kerja." ING memperkirakan indeks dolar akan stabil di kisaran 100-101,5 dalam beberapa minggu mendatang, alih-alih memasuki tren penurunan yang berkelanjutan.

Faktor Fundamental Lainnya

Kenaikan poundsterling kali ini tidak didorong oleh fundamental ekonomi Inggris. Gubernur Bank of England, Andrew Bailey, menyatakan bahwa ekonomi Inggris berada dalam "fase lemah" (*soft patch*) dan kenaikan suku bunga KPR telah memperketat kebijakan, meskipun ia menambahkan bahwa pemangkasan suku bunga belum akan terjadi dalam waktu dekat.

Sementara itu, penguatan euro tertahan oleh narasi kenaikan suku bunga Bank Sentral Eropa (ECB) yang memudar. Pasar saat ini hanya memperhitungkan kenaikan suku bunga sebesar 11 basis poin pada bulan September, menyusul data inflasi Juni yang lebih lemah dari perkiraan.

Back to latest news

LATEST