Story
Indeks PSI Portugal Turun Hampir 2% karena Sektor Keuangan dan Utilitas Tertekan

Summary
Indeks saham acuan PSI Portugal ditutup turun 1,97% pada hari Kamis, tertekan oleh kerugian signifikan di sektor keuangan dan utilitas. Banco Comercial Portugues termasuk di antara saham yang mengalami penurunan terbesar pada sesi tersebut, jatuh lebih dari 4%.
Indeks saham acuan Portugal, PSI, anjlok tajam pada penutupan perdagangan Kamis, turun hampir 2% karena kerugian yang meluas melanda pasar Lisbon. Penurunan tersebut didorong oleh pelemahan signifikan di sektor keuangan, jasa konsumen, dan utilitas, menurut data pasar.
Aksi Jual Besar-besaran di Lisbon
Indeks PSI mengakhiri sesi dengan penurunan 1,97%, mencerminkan sentimen negatif yang luas di kalangan investor. Kondisi pasar secara keseluruhan sangat bearish, dengan saham yang turun lebih banyak daripada saham yang naik dengan selisih 24 banding 4, sementara satu komponen berakhir tanpa perubahan.
Aksi jual besar-besaran paling terasa di sektor-sektor berbobot besar. Menurut data yang dilaporkan oleh Investing.com, industri Keuangan, Jasa Konsumen, dan Utilitas memimpin penurunan pasar.
Kinerja Sektor dan Saham
Beberapa komponen utama indeks mengalami penurunan tajam, yang sangat membebani indeks acuan secara keseluruhan. Saham-saham dengan kinerja terburuk pada sesi perdagangan ini meliputi:
Ad- Banco Comercial Portugues (BCP): turun 4,61%
- CTT Correios de Portugal (CTT): turun 2,44%
- Edp Renewables (EDPR): turun 2,33%
Bahkan saham-saham yang paling tangguh di indeks pun gagal mencatatkan kenaikan. Ren Redes Energeticas Nacionais (RENE) mencatatkan penurunan terkecil pada sesi ini, hanya turun 0,14%.
Konteks Pasar yang Lebih Luas
Di pasar keuangan lainnya, harga energi bergerak naik. Kontrak berjangka minyak Brent untuk pengiriman Desember naik 3,23% menjadi $101,20 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 2,00%.
Di pasar mata uang, euro melemah terhadap dolar AS yang lebih kuat, dengan pasangan EUR/USD turun 0,83%. Indeks Berjangka Dolar AS, yang mengukur nilai dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama, naik 0,62% menjadi 101,82.