Story
Saham Pop Mart Anjlok ke Level Terendah 18 Bulan Akibat Penurunan Tajam Pendapatan Kuartal Ketiga

Saham Pop Mart International Group Ltd. (9992.HK) anjlok hingga 6% pada hari Rabu, mencapai titik terendah 18 bulan di HK$123,8. Aksi jual dipicu oleh pengungkapan pendapatan kuartal ketiga tahun 2026 yang belum diaudit oleh perusahaan, yang diperkirakan merosot 45% hingga 50% dibandingkan tahun sebelumnya, menandakan penurunan tajam dalam permintaan konsumen untuk mainan koleksinya.
Penurunan Penjualan yang Luas
Penurunan pendapatan sangat parah dan meluas di semua segmen geografis perusahaan. Laporan tersebut menunjukkan bahwa popularitas viral seputar figurin Labubu andalannya, yang sebelumnya mendorong pertumbuhan pesat, telah menurun secara signifikan. Pop Mart dilaporkan kesulitan meluncurkan lini produk lanjutan yang sukses.
Menurut angka yang belum diaudit:
- Amerika adalah wilayah terlemah, dengan penjualan anjlok 70%–75%.
- Asia-Pasifik (tidak termasuk Tiongkok) mengalami penurunan 65%–70%.
- Eropa dan wilayah lain mengalami penurunan 50%–55%.
- Bahkan pasar inti perusahaan di Tiongkok daratan pun tidak kebal, dengan pendapatan turun 25%–30%. Saluran online di Tiongkok terpukul sangat parah, dengan penjualan turun 45%–50%.
AdAnalis Memangkas Target Harga
Menanggapi laporan penjualan yang suram, beberapa bank investasi dengan cepat merevisi prospek mereka untuk perusahaan tersebut. Revisi negatif tersebut mencerminkan kekhawatiran atas melemahnya sentimen konsumen dan lini produk perusahaan.
- Citi memangkas target harga saham menjadi HK$162.
- Jefferies memangkas targetnya sekitar 10% menjadi HK$132 dan mengurangi estimasi pendapatan 2027–2028 sebesar 9%–12%.
- CLSA melakukan revisi paling agresif, memangkas targetnya sebesar 24% menjadi HK$156 dan menurunkan perkiraan laba bersih multi-tahunnya sebesar 32%–35%.
Penurunan saham Pop Mart kontras dengan pasar Hong Kong secara keseluruhan, karena Indeks Hang Seng naik tipis 0,3% pada hari Rabu, yang menggarisbawahi bahwa aksi jual tersebut spesifik terhadap kinerja perusahaan.