Story

Saham Oxford Nanopore Anjlok 20% Akibat Pendapatan Semester I di Bawah Target

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 13, 20261 min read
Saham Oxford Nanopore Anjlok 20% Akibat Pendapatan Semester I di Bawah Target
Text size
Background

Saham Oxford Nanopore Technologies (ONT) anjlok 20,5% ke level 96,2p setelah perusahaan merilis laporan perdagangan semester pertama 2026 yang mengecewakan. Pendapatan yang dilaporkan tidak mencapai ekspektasi internal, menimbulkan kekhawatiran investor terhadap prospek pertumbuhan setahun penuh perusahaan.

Pendapatan di Bawah Ekspektasi

Dalam laporan perdagangannya, Oxford Nanopore mengungkapkan bahwa pendapatan untuk paruh pertama tahun ini mencapai sekitar £116,5 juta. Angka ini mewakili pertumbuhan sebesar 10% secara *reported basis* dan 12% dengan kurs konstan (*constant currency*).

Meskipun menunjukkan pertumbuhan, realisasi ini berada di bawah target yang ditetapkan oleh manajemen. Perlambatan ini menjadi sorotan utama bagi investor, terutama jika dibandingkan dengan panduan pertumbuhan pendapatan setahun penuh perusahaan untuk 2026 yang menargetkan kisaran 21–25%.

Tekanan dari Tiongkok dan Timur Tengah

Kinerja pendapatan yang lebih rendah dari perkiraan terutama disebabkan oleh dua pasar utama. Menurut perusahaan, faktor-faktor pendorongnya adalah:

Sample IUX Markets – In-articleAd
  • Tiongkok: Pendapatan di pasar ini turun 16%. Penurunan ini disebabkan oleh pembatasan kontrol ekspor yang lebih ketat, yang secara material telah menghambat kemampuan perusahaan untuk melayani salah satu pasar historisnya yang penting.
  • Timur Tengah: Pendapatan di kawasan ini turun sekitar 14%, yang diatribusikan pada gangguan geopolitik yang sedang berlangsung.

Implikasi bagi Investor

Reaksi pasar yang tajam mencerminkan meningkatnya risiko eksekusi bagi Oxford Nanopore untuk mencapai target setahun penuhnya. Dengan pertumbuhan hanya 10% di semester pertama, perusahaan perlu akselerasi signifikan di paruh kedua tahun ini untuk mengejar target 21–25%.

Kondisi ini diperparah oleh profil perusahaan yang masih merugi, dengan target untuk mencapai titik impas EBITDA baru pada tahun 2027. Hal ini membuat perusahaan memiliki sedikit ruang untuk kesalahan pada sisi pendapatan. Penurunan harga saham hari ini juga mencatatkan level terendah baru dalam 52 minggu di 95,7p. Investor kini menantikan rilis laporan keuangan semesteran lengkap pada 19 Agustus 2026 untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas.

Back to latest news

LATEST