Story
Saham Oracle Melonjak Jelang Rilis Laporan Keuangan di Tengah Optimisme Analis

Saham Oracle (ORCL) melonjak hampir 5,0% dalam perdagangan pra-pembukaan hari ini, seiring investor mengambil posisi menjelang rilis laporan keuangan kuartal pertama fiskal 2027 perusahaan. Laporan yang dijadwalkan rilis setelah penutupan pasar pada 10 September ini diperkirakan akan menunjukkan kinerja yang kuat.
Ekspektasi Laba dan Sentimen Analis
Wall Street mengantisipasi Oracle akan melaporkan pendapatan sekitar $19,13 miliar. Angka ini merepresentasikan kenaikan sekitar 28% secara tahunan (*year-over-year*), yang akan menandai laju pertumbuhan pendapatan tercepat dalam sejarah raksasa perangkat lunak tersebut.
Optimisme pasar juga didorong oleh sentimen positif dari para analis. Beberapa revisi target harga yang dirilis turut menjadi bahan bakar kenaikan saham:
- Morgan Stanley: Analis Sanjit Singh menaikkan target harganya menjadi $210 dari $207, menyebutnya sebagai peluang taktis yang menarik menjelang laporan keuangan.
- Bernstein: Mark Moerdler mempertahankan peringkat "Outperform", dengan argumen bahwa Oracle mendekati akhir dari kebutuhannya untuk mencari modal baru—sebuah kekhawatiran yang selama ini menekan saham.
- Guggenheim: Mengafirmasi kembali peringkat "Buy" dengan target harga $400.
AdKatalis AI dan Konteks Pasar
Selain ekspektasi laba, sentimen positif juga datang dari desas-desus seputar pengumuman produk baru dari OpenAI, salah satu pelanggan utama Oracle Cloud Infrastructure (OCI). Hal ini memperpanjang reli yang telah mengangkat saham lebih dari 12% dalam tiga sesi perdagangan sebelumnya.
Kenaikan saham Oracle terjadi di tengah kondisi pasar yang cenderung netral. Indeks NASDAQ hanya naik tipis 0,2% sementara S&P 500 turun 0,1%, mencerminkan kehati-hatian investor menjelang rilis data inflasi penting dan pertemuan Federal Reserve pada 15-16 September. Meski demikian, investor tetap mengamati apakah tumpukan pesanan (*order backlog*) Oracle yang besar pada akhirnya dapat diterjemahkan menjadi pemulihan arus kas bebas (*free cash flow*), terutama karena sahamnya masih berada lebih dari 50% di bawah puncaknya pada September 2025.