Story

Pendapatan Cloud AI Oracle Melonjak, Saham Naik 7% Pasca-Penutupan

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 11, 20261 min read
Pendapatan Cloud AI Oracle Melonjak, Saham Naik 7% Pasca-Penutupan
Text size
Background

Saham Oracle (ORCL) melonjak sekitar 7% dalam perdagangan pasca-penutupan setelah perusahaan melaporkan kinerja keuangan Kuartal I Tahun Fiskal 2027 yang secara signifikan melampaui estimasi analis, didukung oleh permintaan yang kuat untuk layanan cloud berbasis kecerdasan buatan (AI).

Kinerja Keuangan Melampaui Ekspektasi

Oracle membukukan laba per saham (EPS) yang disesuaikan sebesar $1,92, lebih tinggi dari konsensus yang memperkirakan $1,74. Pendapatan total mencapai $19,35 miliar, tumbuh 30% secara tahunan (YoY) dan juga melampaui proyeksi Wall Street sebesar $19,14 miliar.

Katalis utama pertumbuhan ini adalah segmen infrastruktur cloud, yang pendapatannya meroket 121% YoY menjadi $7,4 miliar. Secara keseluruhan, total pendapatan cloud perusahaan naik 62% menjadi $11,6 miliar, menggarisbawahi keberhasilan strategi Oracle dalam pasar komputasi awan yang kompetitif.

Kontrak AI Mendorong Prospek Cerah

Kepercayaan investor semakin didorong oleh indikator prospek masa depan yang kuat. Sisa kewajiban kinerja (Remaining Performance Obligations/RPO) Oracle mencapai rekor $664 miliar, jauh di atas perkiraan analis sebesar $630,6 miliar. Angka ini didukung oleh penandatanganan kontrak cloud AI baru senilai lebih dari $30 miliar selama kuartal tersebut.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Manajemen memberikan panduan optimistis untuk sisa tahun fiskal 2027, dengan menargetkan pendapatan minimum $90 miliar dan EPS yang disesuaikan sebesar $8,10. Untuk kuartal berikutnya, perusahaan memproyeksikan pertumbuhan pendapatan antara 30% hingga 34%.

Implikasi Pasar dan Peringatan Investor

Meskipun laporan ini memicu reaksi positif pasar, terdapat catatan penting bagi investor. Belanja modal (capital expenditure) perusahaan melonjak drastis menjadi $28,5 miliar dari hanya $8,5 miliar pada tahun sebelumnya. Lonjakan ini mencerminkan investasi besar-besaran yang diperlukan untuk membangun infrastruktur AI, yang dapat membebani neraca keuangan.

Selain itu, meskipun terjadi kenaikan pasca-laporan, saham Oracle secara keseluruhan masih turun sekitar 22% sepanjang tahun ini (year-to-date). Hal ini menjadi pengingat bahwa meskipun potensi pertumbuhan AI sangat besar, ekspansi ini juga disertai dengan risiko eksekusi dan biaya yang signifikan.

Back to latest news

LATEST