Story
IPO OpenAI Tidak Akan Terjadi pada 2026, Altman Sebut Kekhawatiran Keamanan AI

CEO OpenAI, Sam Altman, telah mengonfirmasi bahwa perusahaan tidak akan menggelar penawaran umum perdana (IPO) pada tahun 2026, dengan alasan meningkatnya kekhawatiran seputar keamanan pengembangan kecerdasan buatan (AI). Pernyataan ini meredam spekulasi pasar mengenai salah satu IPO yang paling dinanti di sektor teknologi.
Fokus pada Keamanan di Atas Pasar Modal
Dalam sebuah wawancara dengan Fortune yang diterbitkan pada hari Sabtu, Altman menyatakan bahwa kondisi saat ini tidak ideal bagi perusahaan untuk menjadi entitas publik. Ia menekankan bahwa prioritas OpenAI adalah mengatasi tantangan keamanan dan penyelarasan AI yang kompleks.
"Saya pikir, dengan semua yang terjadi terkait keamanan, saat ini akan menjadi momen yang tidak bijaksana untuk go public, dan kami tidak merasakan tekanan untuk itu," kata Altman kepada Fortune. Ia menambahkan, "Saya akan katakan tidak pada 2026. Ya, kami punya banyak hal yang harus dilakukan, seperti memenuhi tuntutan saat ini mengenai apa yang diperlukan untuk keamanan dan penyelarasan."
Konteks Industri dan Regulasi
Keputusan ini diambil di tengah meningkatnya pengawasan dari regulator dan publik. Sejumlah anggota parlemen AS telah menyerukan aturan baru untuk mengatur sistem AI setelah para peneliti, termasuk dari perusahaan saingan Anthropic, memperingatkan potensi risiko eksistensial dari teknologi yang berkembang pesat.
AdAltman juga mengisyaratkan bahwa OpenAI dan perusahaan AI terkemuka lainnya mungkin hampir mencapai kesepakatan untuk memperlambat laju pengembangan dan bekerja sama untuk mengatasi risiko. Hal ini sejalan dengan sentimen yang diungkapkan oleh CEO Anthropic, Dario Amodei, yang disetujui oleh Altman di platform media sosial X.
Berbeda dengan Rencana Pesaing
Menariknya, meskipun menyuarakan keprihatinan keamanan yang serupa, Anthropic dilaporkan tetap melanjutkan rencana IPO-nya. Menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut yang dikutip oleh Reuters, Anthropic diperkirakan akan memulai pemasaran IPO-nya pada pertengahan Oktober dan menyelesaikan pencatatan sahamnya sebelum pemilihan sela AS pada bulan November.
Sikap yang berbeda ini menyoroti dilema yang dihadapi para pemimpin industri AI: menyeimbangkan potensi komersial yang sangat besar dengan tanggung jawab etis dan keamanan yang semakin mendesak. Bagi investor, penundaan IPO OpenAI menandakan bahwa ketidakpastian seputar regulasi dan keamanan AI tetap menjadi faktor signifikan yang dapat memengaruhi jadwal dan valuasi perusahaan di sektor ini.