Story
Saham Oklo dan X-Energy Melonjak Didorong Rencana Reaktor Nuklir untuk AI

Summary
Saham pengembang reaktor nuklir Oklo dan X-Energy mengalami kenaikan signifikan menyusul laporan bahwa keduanya akan bergabung dalam inisiatif pemerintah AS senilai $200 juta untuk memasok daya bagi pusat data AI.
Saham perusahaan reaktor nuklir Oklo Inc. dan X-Energy Inc. melonjak dalam perdagangan pasca-jam kerja pada hari Selasa, menyusul laporan Bloomberg bahwa kedua perusahaan tersebut akan bergabung dalam program pemerintah AS untuk mempercepat pengembangan sumber energi bagi pusat data kecerdasan buatan (AI).
Kenaikan Harga Saham
Menyusul berita tersebut, saham Oklo Inc. (NYSE:OKLO) tercatat naik 8% dalam perdagangan setelah jam bursa. Sementara itu, saham X-Energy Inc. (NASDAQ:XE) mengalami kenaikan yang lebih tajam, yaitu sebesar 12%.
Kenaikan ini merupakan reaksi langsung pasar terhadap potensi keterlibatan kedua perusahaan dalam inisiatif strategis yang didukung oleh pemerintah dan raksasa teknologi.
Detail Inisiatif Energi AI
Menurut dokumen yang dilihat oleh Bloomberg News, inisiatif senilai $200 juta ini bertujuan untuk mempercepat pengembangan pembangkit listrik baru guna mendukung infrastruktur AI yang boros energi. Program ini juga dilaporkan melibatkan perusahaan teknologi besar seperti Microsoft Corp. (NASDAQ:MSFT) dan Nvidia Corp. (NASDAQ:NVDA).
AdRincian lebih lanjut mengenai program ini diperkirakan akan diumumkan pada hari Rabu dalam sebuah pertemuan puncak energi AI yang diselenggarakan oleh Departemen Energi AS. Dokumen tersebut juga menyebutkan alokasi dana sebesar $60 juta selama tiga tahun yang akan dibagikan kepada beberapa laboratorium nasional dan institusi, termasuk University of Texas di Austin.
Latar Belakang dan Implikasi Pasar
Langkah ini diambil untuk mengatasi kekhawatiran bahwa ledakan permintaan pusat data untuk AI telah menyebabkan lonjakan harga listrik secara nasional. Bagi investor, program ini menandakan adanya pengakuan dari pemerintah dan industri akan kebutuhan sumber energi yang andal dan masif untuk mendukung pertumbuhan AI.
Perusahaan-perusahaan teknologi di Silicon Valley, termasuk Nvidia dan OpenAI, telah mengidentifikasi keterbatasan pasokan energi sebagai salah satu hambatan utama untuk ekspansi adopsi AI di AS. Inisiatif ini dipandang sebagai upaya strategis untuk mengatasi kendala tersebut dan menjaga keunggulan kompetitif Amerika Serikat dari Tiongkok dalam perlombaan dominasi teknologi AI global.