Story

Harga Minyak Merangkak Naik Seiring Tensi AS-Iran di Selat Hormuz Kembali Memanas

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 18, 20262 min read
Harga Minyak Merangkak Naik Seiring Tensi AS-Iran di Selat Hormuz Kembali Memanas

Summary

Harga minyak mentah naik tipis pada perdagangan Asia, ditopang oleh ketegangan AS-Iran yang kembali meningkat setelah berakhirnya kesepakatan gencatan senjata. Ancaman baru terhadap Oman dan gangguan di Selat Hormuz menjaga kekhawatiran pasokan tetap tinggi.

Text size
Background

Harga minyak naik tipis dalam perdagangan Asia pada hari Selasa, bertahan di dekat level puncak baru-baru ini karena Amerika Serikat dan Iran terus berselisih mengenai Selat Hormuz. Pasar merespons pernyataan dari Washington yang mengindikasikan tidak ada perpanjangan gencatan senjata, sehingga meningkatkan kembali kekhawatiran akan gangguan pasokan global.

Pada pukul 21:06 ET (01:06 GMT), harga minyak mentah berjangka Brent naik 0,3% menjadi $91,09 per barel. Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,4% ke level $84,85 per barel.

Pemicu Eskalasi Terbaru

Pendorong utama kenaikan harga adalah pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa Washington tidak akan mengupayakan perpanjangan kesepakatan gencatan senjata dengan Iran. Kesepakatan yang ditandatangani pada pertengahan Juni tersebut telah berakhir pada hari Senin, membuka kembali potensi konflik.

Trump menegaskan kembali bahwa AS mempertahankan kontrol penuh atas Selat Hormuz dan mengklaim pembicaraan dengan Iran masih berlangsung. Namun, klaim tersebut telah dibantah oleh pihak Iran, yang menambah ketidakpastian di pasar.

Ketegangan Meluas ke Oman

Sample IUX Markets – In-articleAd

Situasi menjadi lebih kompleks setelah Trump juga mengancam akan "mengebom" Oman jika negara tersebut "menghalangi jalan". Ancaman ini muncul di tengah laporan bahwa Iran dan Oman sedang dalam pembicaraan mengenai rute pelayaran alternatif melalui Hormuz, sebuah upaya yang sebelumnya sempat meredakan kekhawatiran pasar.

Belum ada pengumuman mengenai kesepakatan definitif antara Iran dan Oman. Ketegangan baru ini berisiko mengganggu upaya diplomatik regional untuk menjaga keamanan jalur pelayaran vital tersebut.

Dampak pada Pasokan Global

Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang menyumbang sekitar 20% dari pasokan minyak global sebelum konflik terjadi. Penutupan atau gangguan signifikan di selat ini secara drastis menekan ketersediaan minyak mentah di pasar dunia.

Data pelayaran terbaru menunjukkan bahwa lalu lintas komersial melalui Hormuz masih berada pada sebagian kecil dari tingkat normal sebelum perang. Kekhawatiran akan serangan dari Iran telah menghalangi banyak kapal tanker untuk melintasi perairan tersebut, yang secara efektif menjaga harga minyak tetap tinggi karena premi risiko geopolitik.

Back to latest news

LATEST