Story
Harga Minyak Naik Setelah Serangan Houthi di Ibu Kota Arab Saudi

Summary
Harga minyak acuan naik pada perdagangan awal setelah serangan terhadap ibu kota Arab Saudi oleh kelompok Houthi Yaman memicu kekhawatiran akan potensi gangguan pasokan di kawasan penghasil minyak utama tersebut.
Harga minyak naik pada perdagangan awal Senin, didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran melancarkan serangan rudal dan drone ke ibu kota Arab Saudi pada akhir pekan.
Ketegangan Geopolitik Memicu Kenaikan Harga
Serangan terhadap Riyadh, yang terjadi pada hari Sabtu, telah menghidupkan kembali kekhawatiran pasar atas keamanan infrastruktur minyak di eksportir minyak mentah terbesar di dunia. Menurut laporan Reuters, insiden tersebut telah meningkatkan ketegangan di kawasan itu, menambah lapisan ketidakpastian baru bagi pasar energi.
Peristiwa seperti itu seringkali memperkenalkan premi risiko geopolitik ke dalam harga, karena para pedagang memperhitungkan potensi konflik yang lebih luas atau gangguan langsung terhadap aliran minyak dari wilayah penghasil yang penting.
Gambaran Pasar
AdKenaikan harga tercermin dalam kedua patokan minyak mentah utama. Menurut data yang dikutip Reuters pada pukul 2202 GMT:
- Harga minyak mentah Brent berjangka, patokan global, naik 81 sen, atau 0,78%, menjadi $104,68 per barel.
- Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS berjangka naik 76 sen, atau 0,76%, menjadi $101,06 per barel.
Konteks yang Lebih Luas
Kenaikan harga ini terjadi di tengah latar belakang yang tegang, dengan laporan tersebut juga mencatat kebuntuan yang berkelanjutan dalam hubungan antara Amerika Serikat dan Iran. Kurangnya kemajuan diplomatik ini menambah volatilitas pasar, karena ketegangan yang berkelanjutan yang melibatkan Iran—pendukung utama gerakan Houthi—dapat memiliki implikasi signifikan bagi stabilitas regional dan pasokan minyak global.