Story
Harga Minyak Melonjak Lebih dari $2 Didorong Prospek Pengetatan Pasokan AS

Summary
Harga minyak mentah naik secara signifikan, memulihkan sebagian besar kerugian sesi sebelumnya, setelah data industri menunjukkan penurunan tajam pada persediaan minyak mentah AS.
Harga minyak mentah melonjak lebih dari $2 per barel dalam perdagangan awal hari Rabu, didorong oleh data yang menunjukkan penurunan stok minyak mentah AS dan prospek pengetatan pasokan global.
Penurunan Stok AS Mendorong Harga
Kontrak berjangka Brent untuk pengiriman mendatang naik $2,71, atau 3,2%, menjadi $86,80 per barel pada pukul 00:02 GMT. Sementara itu, patokan West Texas Intermediate (WTI) AS menguat $2,26, atau 3,4%, menjadi $81,95 per barel.
Kenaikan ini dipicu oleh laporan dari American Petroleum Institute (API) pada hari Selasa. Menurut sumber pasar yang mengutip data API, persediaan minyak mentah AS turun sekitar 3,3 juta barel dalam pekan yang berakhir pada 24 Juli. Namun, data yang sama menunjukkan kenaikan persediaan bensin sebesar 918.000 barel dan stok distilat naik 355.000 barel. Investor kini menantikan data persediaan resmi dari Energy Information Administration (EIA) yang akan dirilis pada hari Rabu untuk konfirmasi lebih lanjut.
AdKonteks Pasar dan Geopolitik
Reli harga ini membalikkan kerugian tajam dari sesi sebelumnya, di mana harga anjlok sekitar 5% ke level terendah dalam dua minggu. Penurunan tersebut didorong oleh harapan bahwa upaya untuk mengakhiri konflik AS-Iran akan berlanjut setelah adanya jeda dalam permusuhan.
Selain data stok AS, sentimen pasar juga didukung oleh laporan bahwa OPEC+ kemungkinan akan menghentikan kenaikan produksi minyak selama tiga bulan mulai Oktober. Menurut sumber yang dikutip Reuters, langkah ini akan diambil setelah kelompok produsen tersebut menyelesaikan pengembalian pasokan terjadwal pasca pemangkasan sukarela. Volatilitas harga tetap tinggi di tengah ketegangan geopolitik yang telah mengganggu arus minyak global, terutama di sekitar Selat Hormuz.