Story

Harga Minyak Turun di Bawah $90, Pasar Cerna Dampak Sanksi Baru AS terhadap Iran

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 26, 20262 min read
Harga Minyak Turun di Bawah $90, Pasar Cerna Dampak Sanksi Baru AS terhadap Iran

Summary

Harga minyak mentah Brent dan WTI turun signifikan karena investor menilai sanksi ekonomi terbaru AS terhadap Iran tidak akan berdampak besar pada pasokan global, di tengah aksi ambil untung.

Text size
Background

Harga minyak mentah turun pada hari Selasa, dengan patokan global Brent jatuh di bawah $90 per barel, karena pasar menilai dampak dari sanksi baru yang diperluas oleh Amerika Serikat terhadap Iran relatif terbatas. Aksi ambil untung setelah kenaikan selama beberapa minggu terakhir juga turut menekan harga.

Hingga pukul 20:45 WIB (08:45 ET), minyak mentah berjangka Brent turun 3,0% menjadi $89,38 per barel, sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun 3,1% menjadi $82,23 per barel. Kedua kontrak tersebut telah ditutup melemah lebih dari 2% pada sesi sebelumnya, dengan WTI kini berada di level terendah dalam hampir satu minggu.

Pasar Anggap Sanksi Kurang Signifikan

Para analis mencatat bahwa pasar bereaksi dingin terhadap pengumuman sanksi terbaru dari Washington. Amerika Serikat pada hari Senin mengumumkan sanksi baru terhadap 60 entitas dan individu yang terkait dengan Iran, tetapi tidak memberikan rincian spesifik mengenai hukuman atau kapan sanksi tersebut akan berlaku.

"Meskipun AS mengumumkan rencana untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran, harga minyak terus melemah kemarin," tulis analis dari ING Group dalam sebuah catatan. "Para pedagang sebagian besar melihat dorongan AS untuk mengurangi perdagangan dengan Iran sebagai dampak marjinal, bukan sebagai faktor pengubah pasar."

Analis di ANZ Bank juga menyatakan bahwa pasar tidak terkesan dengan pengumuman tersebut, yang memperingatkan negara-negara yang berbisnis dengan Iran akan menghadapi risiko sanksi, namun tanpa memberikan jadwal atau rencana aksi yang konkret.

Konteks Geopolitik dan Peran Tiongkok

Sample IUX Markets – In-articleAd

Faktor penting yang meredam kekhawatiran pasar adalah tidak adanya entitas Tiongkok dalam daftar sanksi baru tersebut. Para analis ING mencatat bahwa belum jelas apakah Washington bersedia mengambil risiko menerapkan sanksi sekunder, mengingat Tiongkok adalah pembeli energi terbesar Iran dan gencatan senjata perdagangan antara kedua negara masih rapuh.

Langkah ini menandai pergeseran strategi pemerintahan Trump terhadap Iran, beralih dari eskalasi militer ke tekanan ekonomi yang lebih besar. Sementara itu, Iran telah mengancam akan melakukan tindakan balasan, termasuk potensi gangguan lebih lanjut terhadap pengiriman minyak di Timur Tengah, terutama melalui Selat Hormuz yang strategis.

Sinyal Upaya Diplomatik

Di tengah meningkatnya tekanan sanksi, muncul sinyal upaya diplomatik. Menteri Dalam Negeri Pakistan, Mohsin Naqvi, pada hari Selasa mengumumkan adanya "kemajuan signifikan" dalam pembicaraan antara Iran dan Pakistan untuk memulihkan perjanjian gencatan senjata sementara antara Teheran dan Washington.

Perkembangan ini memberikan sedikit kelegaan di pasar, meskipun situasi tetap tegang. Investor akan terus memantau implementasi nyata dari sanksi AS dan setiap potensi gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah.

Back to latest news

LATEST