Story
Harga Minyak Naik Setelah Iran Klaim Hentikan Kapal di Selat Hormuz

Summary
Harga minyak mentah melonjak lebih dari 1% pada hari Jumat menyusul laporan bahwa Iran menghentikan beberapa kapal tanker di Selat Hormuz, meningkatkan kekhawatiran atas keamanan pasokan energi global.
Harga minyak mentah naik pada hari Jumat setelah Iran mengklaim telah menghentikan dua kapal yang mencoba keluar dari Selat Hormuz. Insiden ini menggarisbawahi kekhawatiran investor terhadap keamanan pasokan energi global, menyusul serangan drone terhadap kapal-kapal di sebuah pelabuhan Mesir awal pekan ini.
Eskalasi di Jalur Pelayaran Vital
Menurut laporan media Iran yang dikutip oleh Reuters, pasukan Iran menghentikan dua kapal tanker dan menyebabkan empat kapal lainnya berbalik arah. Laporan ini belum dapat dikonfirmasi secara independen. Selat Hormuz, perairan sempit antara Iran dan Oman, merupakan jalur pelayaran strategis yang dilalui sekitar seperlima dari total pengiriman energi dunia.
Data pengiriman dari Kpler menunjukkan bahwa dua kapal tanker besar yang memuat minyak dari Teluk berhasil melewati selat tersebut. Namun, data ini tidak mencakup kapal yang mungkin mematikan transponder mereka. Otoritas yang dibentuk Iran untuk mengelola Selat Hormuz menyatakan bahwa penyeberangan masih tidak mungkin dilakukan karena "tindakan agresif yang terus berlanjut oleh pasukan militer AS di wilayah tersebut."
Dampak Pasar dan Prospek Harga
Laporan dari Iran ini secara langsung memicu reaksi pasar, dengan harga minyak naik lebih dari 1% pada perdagangan hari Jumat. Kenaikan ini menambah momentum positif bagi harga minyak mentah.
Ad- Kontrak berjangka minyak mentah patokan Brent berada di jalur untuk mencatatkan kenaikan sebesar 23% sepanjang bulan Juli.
- Jajak pendapat Reuters terhadap para ekonom dan analis memperkirakan bahwa harga kemungkinan akan terus meningkat sepanjang sisa tahun ini.
Konteks Ketegangan Geopolitik
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Awal pekan ini, Amerika Serikat dan Arab Saudi dilaporkan melakukan serangan gabungan terhadap pasukan yang bersekutu dengan Iran di Irak. Sebagai balasan, militer Iran mengklaim telah menargetkan fasilitas militer AS di Kuwait dan Bahrain pada hari Jumat.
Ancaman terhadap jalur pelayaran tidak terbatas di Selat Hormuz. Sekutu Iran, kelompok Houthi di Yaman, juga telah mengancam Selat Bab el-Mandeb, jalur penting lainnya untuk ekspor minyak mentah Saudi. Sebagai tanggapan, Arab Saudi pada hari Kamis mengumumkan rencana untuk membentuk koalisi pertahanan maritim multinasional untuk melindungi rute pelayaran di wilayah Laut Merah.