Story
Serangan Mematikan di Laut Merah Dorong Minyak Brent Mendekati US$90

Summary
Harga minyak mentah internasional naik pada hari Rabu setelah serangan yang memakan korban jiwa di Laut Merah meningkatkan kembali kekhawatiran tentang risiko pasokan di jalur pelayaran utama global.
Harga minyak mentah internasional menguat pada hari Rabu, didorong oleh meningkatnya kekhawatiran akan gangguan pasokan setelah serangan fatal terhadap kapal komersial di Laut Merah dan Teluk Oman. Insiden ini menegaskan kembali risiko geopolitik yang membayangi jalur pelayaran penting, meskipun ada beberapa sinyal kemajuan diplomatik di kawasan tersebut.
Eskalasi Serangan di Jalur Pelayaran
Kekhawatiran pasar meningkat secara signifikan setelah sebuah serangan yang dilaporkan dilancarkan oleh kelompok Houthi yang didukung Iran terhadap sebuah kapal kargo di Selat Bab el-Mandeb pada hari Selasa. Menurut laporan, serangan tersebut mengakibatkan 6 orang tewas, menandai pertama kalinya ada korban jiwa yang dilaporkan dalam lebih dari setahun serangan terhadap pelayaran di Laut Merah.
Beberapa jam kemudian, militer AS dilaporkan menembakkan misil ke sebuah kapal kontainer yang dituduh mencoba menerobos blokade Washington di pelabuhan Iran. Rentetan peristiwa ini menyoroti dampak konflik Timur Tengah yang semakin meluas terhadap dua jalur pelayaran paling krusial di dunia.
Dampak Pasar dan Analisis
AdSebagai respons terhadap meningkatnya risiko, harga minyak acuan global menunjukkan kenaikan. Berdasarkan data yang dikutip oleh Investing.com, harga minyak mentah berjangka Brent naik sekitar 0,93% menjadi US$89,74 per barel, sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 0,97% dan ditutup pada US$84,01 per barel.
José Torres, Ekonom Senior di Interactive Brokers, menyatakan bahwa sentimen kekhawatiran atas pasokan minyak dari Timur Tengah masih menyelimuti pasar. Meskipun ada optimisme dari pihak Pakistan mengenai potensi kesepakatan AS-Iran terkait Selat Hormuz, pasar masih menantikan kemajuan yang substantif.
"Kenaikan tipis pada harga minyak itu sendiri menunjukkan bahwa kekhawatiran dari sisi pasokan yang dipicu oleh konflik geopolitik belum mereda," kata Torres dalam sebuah catatan riset. Ia menambahkan bahwa investor telah mengantisipasi kesepakatan selama beberapa minggu, dan tanpa kemajuan nyata, sulit bagi pasar untuk bergerak lebih tinggi secara signifikan.