Story
Harga Minyak Naik di Tengah Pupusnya Harapan Damai AS-Iran, Risiko Pasokan Meningkat

Summary
Harga minyak mentah menguat pada hari Selasa karena ketegangan geopolitik di Timur Tengah meningkat, memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi setelah perundingan damai AS-Iran menemui jalan buntu.
Harga minyak mentah naik pada hari Selasa karena meredupnya prospek kesepakatan damai di Timur Tengah, setelah Iran mengisyaratkan sikap yang lebih ofensif dan AS menolak perpanjangan gencatan senjata. Perkembangan ini meningkatkan kekhawatiran investor terhadap potensi gangguan pasokan energi dari kawasan tersebut.
Pemicu Eskalasi Geopolitik
Sentimen pasar memburuk setelah seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa negaranya akan beralih ke postur militer yang "sepenuhnya ofensif". Pernyataan ini muncul seiring mandeknya upaya negosiasi untuk mengakhiri perang secara permanen. Di sisi lain, Washington telah mengesampingkan kemungkinan untuk memperpanjang perjanjian gencatan senjata sementara.
Kondisi ini membuat kemajuan menuju perundingan damai dan pemulihan lalu lintas kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz yang strategis terhenti. Akibatnya, risiko konflik yang berkepanjangan semakin nyata.
Dampak pada Rute Pelayaran Utama
Gangguan pada jalur pelayaran krusial sudah mulai terlihat. Data pelacakan kapal dari Kpler menunjukkan bahwa hanya lima kapal komoditas yang melintasi Selat Hormuz pada hari Sabtu, dan tidak ada satupun yang tercatat pada hari Minggu. Angka ini turun drastis dibandingkan dengan 31 kapal pada akhir pekan sebelumnya.
AdAncaman juga meluas ke Laut Merah, di mana kelompok Houthi Yaman mengklaim telah menyerang sebuah kapal militer Arab Saudi dan empat kapal pengawalnya. "Cengkeraman ganda di Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb tetap sangat signifikan. Ini bukan kekhawatiran sekunder, melainkan inti dari narasi risiko pasokan saat ini," kata Tim Waterer, kepala analis pasar di KCM.
Pergerakan Harga dan Proyeksi Pasar
Kekhawatiran pasokan ini secara langsung mendorong harga minyak lebih tinggi. Pada pukul 00:03 GMT, harga minyak mentah berjangka Brent naik 27 sen, atau 0,3%, menjadi $91,14 per barel. Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 42 sen menjadi $85,04 per barel.
Ke depan, pasar juga akan mencermati data inventaris AS. Sebuah jajak pendapat awal Reuters pada hari Senin menunjukkan ekspektasi bahwa stok minyak mentah AS turun pada pekan lalu, yang dapat memberikan tekanan kenaikan lebih lanjut pada harga jika terkonfirmasi.