Story

Margin Bensin Eropa Barat Laut Melonjak Hampir $3 di Tengah Pasokan yang Ketat

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 18, 20261 min read
Margin Bensin Eropa Barat Laut Melonjak Hampir $3 di Tengah Pasokan yang Ketat

Summary

Margin laba penyulingan bensin di Eropa Barat Laut naik tajam menjadi $39,25 per barel, didorong oleh kondisi pasokan yang ketat dan aktivitas perdagangan yang signifikan di pasar regional.

Text size
Background

Margin laba penyulingan bensin di Eropa Barat Laut melonjak hampir $3 menjadi $39,25 per barel pada hari Selasa, didukung oleh tanda-tanda pasokan yang ketat di kawasan tersebut. Kenaikan ini mencerminkan kondisi pasar produk olahan yang kuat di tengah dinamika penawaran dan permintaan global.

Aktivitas Perdagangan Meningkat

Pasar fisik menunjukkan aktivitas yang signifikan. Terdapat total 10.000 metrik ton bensin E5 yang diperdagangkan, dengan Trafigura, ExxonMobil, dan Equinor bertindak sebagai penjual kepada TOTSA (TotalEnergies Trading SA).

Selain itu, transaksi untuk bensin E10 juga tercatat aktif dengan volume 11.000 metrik ton. Dalam perdagangan ini, Exxon, Sahara, dan Shell menjadi pihak penjual, sementara Varo, ATL, dan MB Energy tercatat sebagai pembeli.

Konteks Pasokan Global

Sample IUX Markets – In-articleAd

Perkembangan di Timur Tengah turut menjadi perhatian pasar. Menurut data pengiriman dan sumber perdagangan, Saudi Aramco dilaporkan telah melanjutkan aktivitas pemuatan minyak dari dalam Selat Hormuz. Perusahaan energi milik negara tersebut saat ini juga aktif menjual kargo minyak mentah berat di pasar spot.

Dari sisi geopolitik, Presiden AS mengonfirmasi bahwa Selat Hormuz tetap terbuka untuk pelayaran, sebuah pernyataan yang meredakan kekhawatiran setelah klaim sebelumnya dari Iran. Di sisi lain, data bea cukai Tiongkok menunjukkan bahwa ekspor bahan bakar olahan pada bulan Juli turun 12,9% secara tahunan, namun naik 6,7% dari bulan Juni, menyusul pelonggaran pembatasan ekspor.

Implikasi bagi Pasar

Kenaikan tajam pada margin bensin, atau yang dikenal sebagai *crack spread*, mengindikasikan permintaan yang kuat untuk produk olahan relatif terhadap minyak mentah. Bagi para penyuling (refiner), margin yang lebih tinggi berarti potensi profitabilitas yang lebih baik. Bagi investor, hal ini menandakan ketatnya pasar produk bensin di Eropa yang dapat memengaruhi harga energi dan inflasi di tingkat konsumen.

Back to latest news

LATEST