Story

Nikkei 225 Menguat 0,66% Ditopang Sektor Real Estat dan Perbankan

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 27, 20261 min read
Nikkei 225 Menguat 0,66% Ditopang Sektor Real Estat dan Perbankan

Summary

Indeks Nikkei 225 ditutup lebih tinggi pada perdagangan Senin, terangkat oleh kinerja positif di sektor real estat, perbankan, dan tekstil di tengah penurunan indeks volatilitas pasar.

Text size
Background

Indeks acuan saham Jepang, Nikkei 225, mengakhiri sesi perdagangan hari Senin dengan kenaikan sebesar 0,66%. Penguatan ini terutama didorong oleh kinerja positif di sejumlah sektor kunci, termasuk Real Estat, Perbankan, dan Tekstil, yang berhasil mengangkat sentimen pasar secara keseluruhan.

Kinerja Saham Unggulan

Berdasarkan data penutupan Bursa Efek Tokyo, beberapa saham menunjukkan kinerja yang menonjol. Saham-saham yang menjadi penggerak utama kenaikan indeks antara lain:

  • Shift Inc (TYO:3697), yang melonjak 9,32%.
  • BayCurrent Consulting Inc (TYO:6532), yang bertambah 8,95%.
  • Shiseido Co., Ltd. (TYO:4911), yang naik 7,62%.

Di sisi lain, beberapa saham mengalami tekanan jual yang signifikan. Saham dengan pelemahan terdalam adalah Shin-Etsu Chemical Co., Ltd. (TYO:4063) yang anjlok 8,30%, diikuti oleh Chugai Pharmaceutical Co., Ltd. (TYO:4519) yang turun 7,66%.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Sentimen Pasar dan Indikator Lainnya

Sentimen investor secara umum terlihat positif, yang tercermin dari rasio saham yang menguat terhadap yang melemah. Data dari Bursa Efek Tokyo menunjukkan sebanyak 2.836 saham naik, mengungguli 682 saham yang turun, sementara 243 saham tidak berubah. Rasio ini mengindikasikan optimisme yang luas di pasar.

Indikator volatilitas pasar, Nikkei Volatility, yang mengukur ekspektasi volatilitas dari opsi Nikkei 225, juga mendukung sentimen positif. Indeks ini tercatat turun sebesar 5,57% ke level 32,88, menandakan berkurangnya kekhawatiran di kalangan investor. Di pasar valuta asing, pasangan mata uang USD/JPY terpantau melemah 0,20% ke 163,52, yang mengindikasikan penguatan yen terhadap dolar AS.

Back to latest news

LATEST