Story
Pemegang Saham Nike Tolak Proposal Peningkatan Transparansi Iklim

Pemegang saham Nike Inc. (NYSE:NKE) pada hari Selasa menolak proposal yang akan mewajibkan perusahaan untuk memberikan rincian lebih lanjut mengenai tujuan iklim dan rencana untuk memenuhi target pengurangan emisi. Penolakan ini terjadi di tengah meningkatnya pengawasan terhadap komitmen lingkungan perusahaan di tengah tekanan finansial dan regulasi global.
Detail Proposal dan Penolakan
Proposal tersebut secara spesifik meminta Nike untuk mempublikasikan informasi yang lebih mendalam tentang bagaimana perusahaan berencana mencapai target pengurangan emisi yang telah diumumkan. Namun, dewan direksi Nike merekomendasikan para pemegang saham untuk menentang usulan tersebut.
Dalam sebuah pengajuan, dewan direksi menyatakan bahwa perusahaan tetap berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Mereka berpendapat bahwa pihak manajemen berada pada posisi terbaik untuk menentukan target dan pengungkapan terkait yang dianggap sesuai, tanpa perlu mandat tambahan dari pemegang saham.
Komitmen Iklim Nike
Nike telah lama memposisikan dirinya sebagai pemimpin dalam isu iklim. Perusahaan yang berbasis di Oregon ini pada tahun 2019 mengumumkan rencana untuk memangkas emisi karbon sebesar 65% di seluruh operasinya sendiri dan sebesar 30% di seluruh rantai pasoknya pada tahun 2030.
AdDalam pembaruan fiskal tahun 2024, Nike melaporkan bahwa emisi rantai pasoknya telah turun 11% dari baseline tahun 2015. Upaya perusahaan mencakup penggunaan poliester dan karet daur ulang serta membantu pabrik-pabrik dalam rantai pasoknya untuk mendapatkan energi terbarukan.
Implikasi bagi Investor
Keputusan ini menyoroti adanya perbedaan pandangan di antara para investor mengenai tingkat transparansi yang diperlukan untuk isu-isu lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Terutama, dana kekayaan negara Norwegia, yang menurut data LSEG merupakan pemegang saham terbesar ke-11 Nike, secara terbuka menyatakan akan mendukung proposal untuk transparansi yang lebih besar.
Bagi para investor, penolakan ini mengindikasikan bahwa mayoritas pemegang saham saat ini masih memercayai pendekatan manajemen. Namun, dukungan dari investor institusional besar seperti dana Norwegia menandakan bahwa tekanan untuk pengungkapan ESG yang lebih detail kemungkinan akan terus berlanjut, menjadi faktor penting dalam penilaian risiko dan komitmen perusahaan di masa depan.