Story

Indeks MOEX Rusia Melonjak 1,93%, Didukung Kenaikan Sektor Energi dan Tambang

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 22, 20261 min read
Indeks MOEX Rusia Melonjak 1,93%, Didukung Kenaikan Sektor Energi dan Tambang
Text size
Background

Bursa saham Rusia membukukan kenaikan signifikan pada penutupan perdagangan hari Rabu, dengan Indeks MOEX Rusia melesat 1,93%. Penguatan ini terutama didorong oleh kinerja positif dari saham-saham di sektor komoditas utama.

Kenaikan Dipimpin Sektor Komoditas

Menurut data penutupan dari Bursa Moskow, sentimen positif di pasar didominasi oleh penguatan di sektor Minyak & Gas, Pertambangan, dan Ketenagalistrikan. Kinerja ini tercermin pada saham-saham berkapitalisasi besar yang menjadi motor penggerak utama indeks.

Saham-saham dengan kenaikan paling menonjol pada sesi ini antara lain:

  • Polyus PJSC (PLZL): melonjak 10,69%
  • Rosneft PJSC (ROSN): naik 6,74%
  • TATNEFT (TATN): menguat 6,00%

Kontras Kinerja Saham

Sample IUX Markets – In-articleAd

Di sisi lain, tidak semua saham menikmati tren positif. Saham raksasa e-commerce OZON menjadi salah satu yang berkinerja terburuk, anjlok 4,04% dan menyentuh level terendah dalam 52 minggu terakhir. Saham lain yang mengalami tekanan jual adalah AK ALROSA PJSC yang turun 2,52% dan Transneft PJSC Pref yang melemah 1,11%.

Secara keseluruhan, sentimen pasar cenderung bullish dengan 188 saham berhasil menguat, sementara 56 saham mengalami penurunan dan 9 saham lainnya tidak berubah.

Konteks Pasar dan Komoditas

Kenaikan saham-saham energi dan pertambangan sejalan dengan penguatan harga komoditas di pasar global. Harga minyak mentah WTI untuk pengiriman September naik 1,53% menjadi $83,37 per barel, sementara kontrak minyak Brent naik 1,14% menjadi $94,98 per barel.

Sementara itu, Indeks Volatilitas Rusia (RVI), yang mengukur ekspektasi volatilitas di pasar opsi MOEX, turun 2,31% ke level 49,87. Hal ini mengindikasikan bahwa para investor melihat kondisi pasar yang sedikit lebih tenang meskipun terjadi pergerakan harga yang kuat.

Back to latest news

LATEST