Story

Zuckerberg dari Meta akan bergabung dengan para pemimpin teknologi di jamuan makan malam Gedung Putih untuk Xi Jinping dari Tiongkok.

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 22, 20261 min read
Zuckerberg dari Meta akan bergabung dengan para pemimpin teknologi di jamuan makan malam Gedung Putih untuk Xi Jinping dari Tiongkok.

Summary

CEO Meta, Mark Zuckerberg, dilaporkan akan menghadiri jamuan makan malam kenegaraan di Gedung Putih untuk Presiden Tiongkok Xi Jinping, bergabung dengan sejumlah eksekutif teknologi papan atas AS di tengah perdebatan global tentang kecerdasan buatan.

Text size
Background

CEO Meta Platforms, Mark Zuckerberg, dijadwalkan menghadiri jamuan makan malam kenegaraan Gedung Putih untuk Presiden Tiongkok Xi Jinping pada 24 September, menurut laporan Bloomberg yang mengutip seseorang yang mengetahui perencanaan acara tersebut. Pertemuan tersebut akan mempertemukan beberapa tokoh paling berpengaruh di sektor teknologi AS pada saat fokus geopolitik yang meningkat pada kecerdasan buatan.

Para Tokoh Teknologi dalam Daftar Tamu

Zuckerberg bergabung dengan daftar eksekutif teknologi yang tangguh yang dijadwalkan untuk menghadiri acara bergengsi tersebut. Daftar tamu tersebut menggarisbawahi pentingnya strategis industri teknologi dalam hubungan AS-Tiongkok.

Menurut laporan dan pernyataan perusahaan, peserta lain yang telah dikonfirmasi atau diharapkan hadir antara lain:

  • Jensen Huang, CEO Nvidia Corp.
  • Cristiano Amon, CEO Qualcomm Inc.
  • Satya Nadella, CEO Microsoft Corp.
  • Sam Altman dan Greg Brockman, masing-masing CEO dan Presiden OpenAI
  • Jeff Bezos, pendiri Amazon.com Inc.
  • Elon Musk, CEO Tesla Inc.
  • Sundar Pichai, CEO Alphabet Inc.
  • Tim Cook, Ketua Eksekutif Apple Inc.
Sample IUX Markets – In-articleAd

AI Mendominasi Agenda Geopolitik

KTT ini diselenggarakan di tengah meningkatnya perdebatan global tentang pengembangan dan regulasi kecerdasan buatan. Kehadiran para pemimpin ini menyoroti peran penting AI dalam persaingan ekonomi dan keamanan nasional.

Pertemuan ini menyusul seruan baru-baru ini dari beberapa tokoh industri, seperti CEO Anthropic Dario Amodei, untuk memperlambat pengembangan AI guna menilai potensi risiko seperti serangan siber skala besar. Sebaliknya, pemerintahan Trump dilaporkan menolak usulan regulasi baru atau penghentian sementara pengembangan, dengan alasan hal itu dapat memberikan keuntungan strategis kepada Tiongkok.

Back to latest news

LATEST