Story
Melius: Penutupan Kilang Jizan Berisiko Kerek Harga Minyak di Tengah Pasar yang Ketat

Menurut Melius Research, penutupan fasilitas utama Arab Saudi yang berkepanjangan akibat meningkatnya konflik di kawasan Teluk menjadi pendorong kenaikan harga minyak. Penutupan ini menambah tekanan pada pasar energi global yang sudah menghadapi keterbatasan pasokan.
Penutupan Akibat Risiko Keamanan
Kilang Jizan telah berhenti beroperasi selama enam minggu, sebuah periode yang menurut Melius Research mengekspos kerentanan infrastruktur energi di Timur Tengah. Firma tersebut menyatakan bahwa ancaman keamanan yang terus-menerus memperpanjang periode pemeliharaan kritis, melebihi durasi insiden terisolasi di masa lalu seperti yang terjadi di fasilitas Abqaiq atau Ras Tanura.
Fasilitas Jizan memiliki peran strategis yang signifikan. Kompleks ini tidak hanya mengoperasikan kilang minyak bumi berkapasitas 400.000 barel per hari, tetapi juga pembangkit listrik yang memasok listrik ke jaringan lokal, sehingga meningkatkan dampaknya terhadap stabilitas energi regional.
AdDampak Terhadap Pasar Global
Penutupan Jizan memberikan tekanan tambahan pada pasar minyak internasional yang sudah ketat. Melius mencatat bahwa kondisi ini terjadi saat stok bahan bakar di Amerika Serikat tetap terkuras, yang semakin memperburuk fundamental pasokan-permintaan.
Kombinasi dari berkurangnya kapasitas penyulingan dan kendala pasokan yang ada di pasar energi global telah mendorong harga minyak mentah Brent naik menjadi sekitar $98 per barel. Melius Research mengaitkan lingkungan harga saat ini secara langsung dengan faktor-faktor tersebut.