Story
Proyeksi Laba Ditahan, Saham ME Group Melesat Hampir 12%

Saham ME Group International PLC (MEGP) melonjak 11,9% menjadi 115,71 pence setelah perusahaan merilis laporan keuangan interim dan menegaskan kembali proyeksi laba sebelum pajak setahun penuh. Keputusan ini menjadi jangkar kepercayaan bagi pasar setelah harga saham sempat mendekati level terendah dalam 52 minggu terakhir.
Kinerja Keuangan Semesteran
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 April 2026, ME Group melaporkan hasil keuangan yang beragam namun dinilai lebih baik dari perkiraan. Berikut adalah rinciannya:
- Pendapatan grup: Naik tipis 0,3% menjadi £154,3 juta.
- Laba sebelum pajak (PBT): Turun 3,8% menjadi £32,7 juta.
- EBITDA: Meningkat menjadi £57 juta dari £53,2 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Meskipun laba sebelum pajak mengalami sedikit penurunan, peningkatan EBITDA menunjukkan perbaikan pada margin operasional perusahaan.
Pertumbuhan Divisi Laundry Jadi Penopang
AdKinerja yang paling menonjol datang dari divisi layanan laundry swalayan, Wash.ME, yang mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 16,3%. Divisi ini juga berhasil menambah 499 mesin baru, menggarisbawahi keberhasilan pergeseran strategis perusahaan ke layanan dengan pertumbuhan lebih tinggi.
Sebaliknya, pendapatan dari divisi *photobooth* turun sebesar 6,2%. Penurunan ini disebabkan oleh perubahan peraturan di Jerman dan pelambatan aktivitas yang signifikan di beberapa pasar selama bulan April.
Sentimen Pasar dan Prospek
Reaksi positif pasar terutama didorong oleh keputusan manajemen untuk mempertahankan proyeksi laba sebelum pajak setahun penuh di kisaran £69 juta hingga £74 juta. Proyeksi yang solid ini meredakan kekhawatiran investor setelah periode pelemahan saham yang panjang.
Selain itu, perusahaan juga mengadakan presentasi investor secara daring pada hari yang sama, yang kemungkinan turut meningkatkan minat beli dan memperbaiki sentimen. Kombinasi dari panduan laba yang terjaga, margin EBITDA yang membaik, dan komunikasi proaktif dengan investor memicu *re-rating* tajam pada saham dari level harga yang sebelumnya tertekan.