Story
Lamor Catat Pendapatan Q2 EUR 20,02 Juta di Tengah Tantangan Pasar

Summary
Lamor, perusahaan solusi lingkungan asal Finlandia, melaporkan pendapatan EUR 20,02 juta untuk kuartal kedua 2026, terpengaruh oleh ketidakpastian geopolitik yang memperlambat pengambilan keputusan pelanggan.
Perusahaan solusi lingkungan yang berbasis di Finlandia, Lamor, melaporkan pendapatan kuartal kedua (Q2) sebesar EUR 20,02 juta. Kinerja ini mencerminkan kondisi pasar yang menantang yang dihadapi perusahaan selama periode tersebut.
Kinerja Keuangan Kuartal Kedua
Menurut laporan perusahaan, laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) yang disesuaikan untuk kuartal kedua mencapai EUR 764.000. Sementara itu, EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) tercatat sebesar EUR 1,16 juta, yang mewakili marjin 5,80%.
Perolehan pesanan (order intake) selama kuartal tersebut mencapai EUR 19,02 juta, angka yang lebih rendah dibandingkan level tahun sebelumnya. Angka-angka ini menunjukkan dampak perlambatan yang dirasakan oleh perusahaan.
Respons Terhadap Tantangan Pasar
Manajemen Lamor mengaitkan kinerja yang lebih lunak ini dengan ketidakpastian geopolitik. Faktor ini menyebabkan pelanggan menjadi lebih berhati-hati dalam pengambilan keputusan dan membuat waktu pelaksanaan proyek menjadi lebih sulit diprediksi.
AdSebagai respons, perusahaan telah mengambil beberapa langkah strategis, antara lain:
- Memajukan program efisiensi biaya yang menargetkan penghematan tahunan sebesar EUR 8 juta pada akhir 2026.
- Beralih ke model operasi global untuk meningkatkan kelincahan dan alokasi sumber daya.
- Menyelesaikan komisioning fasilitas Kilpilahti selama kuartal tersebut dan mengumumkan perjanjian pembiayaan baru setelah periode berakhir.
Panduan Setahun Penuh 2026
Untuk setahun penuh 2026, Lamor memproyeksikan pendapatan akan berada di kisaran EUR 80 juta hingga EUR 92 juta. Perusahaan juga memperkirakan laba operasional yang disesuaikan akan setara atau melampaui level tahun 2025.
Lamor menyatakan bahwa bobot pendapatan dan profitabilitas diperkirakan akan lebih condong ke paruh kedua tahun ini. Hal ini mengindikasikan ekspektasi adanya perbaikan kinerja menjelang akhir tahun fiskal.