Story

Kioxia Kembangkan NAND Berkecepatan Tinggi untuk Pasar AI, Targetkan Alternatif DRAM

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 4, 20261 min read
Kioxia Kembangkan NAND Berkecepatan Tinggi untuk Pasar AI, Targetkan Alternatif DRAM
Text size
Background

Kioxia Holdings berencana untuk meningkatkan teknologi memori flash NAND miliknya untuk menjadikannya sebagai alternatif dari DRAM, sebuah langkah strategis yang menargetkan permintaan yang melonjak dari sektor kecerdasan buatan (AI). Rencana ini diungkapkan dalam sebuah laporan oleh Nikkei pada hari Kamis.

Strategi Baru di Pasar Memori

Produsen chip memori yang berbasis di Jepang ini bertujuan untuk mengembangkan chip memori NAND berkecepatan tinggi yang baru. Tujuannya adalah untuk memposisikan produk ini sebagai solusi yang dapat menggantikan sebagian DRAM dalam aplikasi tertentu, terutama yang membutuhkan pemrosesan data masif untuk AI.

Langkah ini menandai pergeseran signifikan dalam pendekatan Kioxia terhadap pasar memori. Secara tradisional, memori NAND digunakan untuk penyimpanan data jangka panjang (seperti pada SSD), sementara DRAM digunakan untuk memori kerja berkecepatan tinggi yang dibutuhkan oleh prosesor.

Menjawab Permintaan AI dan Persaingan

Sample IUX Markets – In-articleAd

Dorongan utama di balik strategi ini adalah permintaan yang terus meningkat untuk perangkat keras komputasi berkinerja tinggi yang didorong oleh revolusi AI. Dengan menawarkan alternatif yang berpotensi lebih hemat biaya atau efisien untuk DRAM, Kioxia berharap dapat merebut pangsa pasar yang signifikan di segmen ini.

Selain itu, rencana ini juga merupakan respons terhadap meningkatnya persaingan dari para pesaing di industri semikonduktor, khususnya dari Tiongkok. Melalui pembaruan teknologi ini, Kioxia berupaya untuk:

  • Mendiferensiasikan penawaran produknya dari kompetitor.
  • Memperkuat hubungan dengan perusahaan-perusahaan teknologi besar di Amerika Serikat yang menjadi konsumen utama chip AI.
  • Mengukuhkan posisinya sebagai inovator di pasar memori global.
Back to latest news

LATEST